USTAD H OKI DARMAWAN GUNCANG HATI JAMAAH IDUL ADHA 1447 H DI MASJID AR RIDHA MARELAN

- Penulis

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“HAJI BUKAN SEKADAR PERJALANAN… TAPI PERUBAHAN HATI DAN AIR MATA TAUBAT”
Medan Marelan 27/05/2026~Suasana haru menyelimuti Masjid Ar Ridha Jalan Jala 09 LK 04 Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan Kota Medan, Rabu pagi (27/6/2026).
Ribuan doa menggema di antara lantunan takbir Idul Adha 1447 H.

Udara pagi terasa syahdu. Sebagian jamaah tampak menundukkan kepala, sebagian lainnya menyeka air mata ketika Ustad H Oki Darmawan menyampaikan khutbah yang mengguncang relung hati terdalam manusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan suara lirih namun penuh getaran iman, beliau mengingatkan bahwa perjalanan menuju Allah bukan dimulai dari kaki yang melangkah ke Tanah Suci… melainkan dari hati yang bersujud penuh penyesalan.

“Haji bukan sekadar perjalanan menuju Ka’bah… tapi perjalanan jiwa menuju Allah…” ucap beliau perlahan.

Kalimat itu membuat suasana masjid mendadak hening.
Tak sedikit jamaah yang meneteskan air mata.

Dalam khutbahnya yang penuh renungan kehidupan, Ustad H Oki Darmawan menyampaikan bahwa banyak manusia bermimpi pergi ke Makkah, namun lupa memperbaiki hati sebelum dipanggil Allah.

“Berapa banyak orang yang belum pernah melihat Ka’bah… tetapi setiap malam menangis dalam sujudnya… lisannya basah dengan istighfar… hatinya dipenuhi rasa takut kepada Allah…” tuturnya penuh haru.

Beliau menegaskan, bisa jadi di sisi Allah mereka jauh lebih mulia dibanding orang yang telah berkali-kali ke tanah suci namun pulang tanpa perubahan akhlak.
Tangis jamaah pecah saat beliau berkata:

“Jangan tunggu kaya untuk bertaubat… jangan tunggu tua untuk berubah… karena kematian tidak pernah menunggu kesiapan manusia…”

Khutbah semakin mengguncang ketika beliau berbicara kepada para jamaah yang telah berhaji.
“Engkau sudah berdiri di Arafah… engkau sudah menangis di depan Ka’bah… tapi setelah pulang… apakah hatimu berubah?” katanya dengan suara bergetar.

Baca Juga:  Saat Tabungan Harapan Tak Kunjung Kembali: Tangis Anggota CU Karya Murni Menteng 7 Pecah di Depan Kantor

Beliau mengingatkan bahwa haji bukan gelar kehormatan dunia.
Bukan sekadar panggilan “Pak Haji”.

Tetapi tentang sejauh mana hati menjadi lembut, lisan menjadi terjaga, dan hidup menjadi lebih dekat kepada Allah.

“Kalau setelah haji masih mudah marah… masih menyakiti sesama… masih sombong dengan jabatan dan harta… maka kita harus bertanya kepada diri sendiri… apakah kita benar-benar berhaji… atau hanya sekadar berkunjung?” ungkapnya tajam menusuk hati.

Suasana Masjid Ar Ridha semakin larut dalam keheningan.
Tangisan kecil terdengar di beberapa saf jamaah.

Ada yang menunduk memejamkan mata. Ada yang diam sambil mengusap wajah penuh haru.
Dalam bagian paling menggetarkan, beliau mengingatkan tentang panggilan terakhir manusia.

“Suatu hari nanti… kita bukan dipanggil ke Makkah… tapi dipanggil menghadap Allah…”
“Tidak ada tiket…

tidak ada pengawal…
tidak ada jabatan…
tidak ada kesempatan kedua…”
“Yang dibawa hanyalah amal… dan hati yang pernah kita miliki…”
Kalimat demi kalimat yang keluar dari mimbar itu terasa seperti mengetuk keras pintu hati manusia yang selama ini lalai oleh dunia.
Pada penutup khutbah, doa panjang yang dipanjatkan Ustad H Oki Darmawan membuat suasana semakin mengharukan. Beliau mendoakan ayah dan ibu, anak-anak, negeri, para sahabat yang telah wafat, hingga memohon agar seluruh jamaah diberikan husnul khatimah.

Saat doa “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” menggema di akhir khutbah, banyak jamaah terlihat tak kuasa membendung air mata.

Idul Adha di Masjid Ar Ridha pagi itu bukan hanya tentang takbir dan ibadah kurban…

tetapi tentang hati-hati yang kembali diingatkan untuk pulang kepada Allah sebelum terlambat.

Laporan : Irwan S Pane/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN
Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.
Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali
Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.
BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?
KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu
Dari Ruang Rapat Polda Sumut, Alarm untuk Mafia LPG Bersubsidi Dinyalakan: Tabung Hijau Harus Kembali ke Rakyat!
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:08 WIB

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.

Selasa, 29 September 2026 - 02:34 WIB

BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?

Berita Terbaru