MIRIS DAN MENYESAKKAN! Lansia 74 Tahun Hidup di Kontrakan Rp300 Ribu Terpaksa Menelan Pil Pahit, Tak Kebagian Beras dan Minyak Goreng Bantuan Pemerintah

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marelan,10-06-2026~ Di saat ratusan warga berbondong-bondong pulang membawa beras dan minyak goreng bantuan pemerintah, seorang lansia renta di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, hanya mampu berdiri memandang dengan tatapan kosong. Tak ada karung beras di tangannya. Tak ada minyak goreng yang bisa dibawa pulang. Yang tersisa hanyalah rasa kecewa dan segudang tanda tanya.

Adalah Zainuddin (74), warga Jalan Jala IX, Lingkungan IV, Kelurahan Paya Pasir. Di usia senjanya, ketika sebagian orang menikmati masa tua bersama keluarga dalam kondisi yang lebih layak, Wak Jay—sapaan akrabnya—justru masih harus berjuang menjalani hidup dalam keterbatasan ekonomi, menempati rumah kontrakan sederhana dengan biaya sewa sekitar Rp300 ribu setiap bulan.

Rabu pagi (10/6/2026), suasana Kantor Lurah Paya Pasir dipadati warga yang datang mengambil bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng dari program Pemerintah Republik Indonesia. Satu per satu warga datang membawa surat undangan, lalu pulang dengan wajah sumringah karena membawa bantuan yang dapat meringankan kebutuhan dapur keluarga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun tidak demikian dengan Wak Jay.

Pria lanjut usia itu hanya bisa menyaksikan para tetangganya berlalu-lalang membawa bantuan. Dadanya terasa sesak ketika mengetahui dirinya tidak menerima surat panggilan sebagaimana warga lainnya.

Lebih menyakitkan lagi, menurut pengakuannya, ada warga yang kondisi ekonominya dinilai lebih baik justru masuk dalam daftar penerima bantuan.

“Saya heran… saya ini hidup susah, tinggal di rumah kontrakan. Untuk makan sehari-hari saja harus hemat. Tapi kenapa saya tidak dapat bantuan? Sementara ada yang hidupnya lebih senang malah dapat. Apa saya sudah tidak dianggap lagi?” ucapnya dengan suara bergetar.

Kalimat itu terlontar bukan dengan amarah, melainkan dengan kepasrahan seorang lansia yang merasa luput dari perhatian. Sorot matanya menyimpan kekecewaan yang sulit disembunyikan.

Di tengah upaya pemerintah menggulirkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, kisah Wak Jay menjadi potret ironi yang mengundang pertanyaan. Bagaimana mungkin seorang lansia yang tinggal di rumah kontrakan sederhana justru tidak masuk daftar penerima bantuan pangan?

Baca Juga:  “Di Balik Deru Alat dan Keringat Prajurit, Harapan Warga Taput Mulai Dibangun Kembali”

Pertanyaan tersebut semakin mengemuka ketika masyarakat mulai mempertanyakan akurasi data penerima bantuan sosial di lapangan. Sebab bantuan yang sejatinya ditujukan untuk rakyat kecil harus benar-benar menyentuh mereka yang hidup dalam kesulitan, bukan sekadar angka dalam lembaran administrasi.

Saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp, Camat Medan Marelan belum memberikan jawaban terkait persoalan tersebut.

Sementara itu, Lurah Paya Pasir, Serly, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan data, Zainuddin masuk kategori Desil 5, sehingga tidak termasuk penerima bantuan beras dan minyak goreng. Ia hanya tercatat sebagai penerima manfaat BPJS.

“Sudah kami cek, yang bersangkutan masuk Desil 5. Untuk bantuan beras dan minyak goreng tidak ada, hanya BPJS,” jelasnya.

Namun penjelasan administratif itu belum mampu menghapus luka di hati Wak Jay.

Bagi pria yang setiap bulan harus memikirkan biaya kontrakan dan kebutuhan hidup sehari-hari itu, status “Desil 5” tidak serta-merta mengubah kenyataan bahwa dirinya masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Ia mengaku sulit memahami bagaimana dirinya dinilai tidak layak menerima bantuan, sementara sejumlah warga yang menurut pengamatannya lebih berkecukupan justru mendapatkan bantuan tersebut.

Kisah ini menjadi tamparan bagi semua pihak agar kembali menengok realitas di lapangan. Sebab di balik angka-angka dan kategori dalam sistem pendataan, ada manusia yang sedang berjuang bertahan hidup.

Di usia 74 tahun, Wak Jay tidak meminta kemewahan. Ia hanya berharap negara hadir melalui bantuan yang memang diperuntukkan bagi warga yang hidup dalam keterbatasan.

“Kalau saya yang tinggal di kontrakan, hidup pas-pasan, masih dianggap tidak layak menerima bantuan, lalu siapa sebenarnya yang disebut rakyat miskin?” ucapnya lirih.

Pertanyaan sederhana itu kini menggema di tengah masyarakat, menjadi simbol kegelisahan warga kecil yang berharap bantuan negara benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Sebab bagi rakyat miskin, sekarung beras dan beberapa liter minyak goreng bukan sekadar bantuan—melainkan harapan untuk bisa tetap bertahan hidup di tengah kerasnya keadaan.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT SRI INDAH BARELANG LAWAN NEGARA? BUKIT DIGUNDULI, LAUT DITIMBUN, MENGAPA APARAT DAN PEMERINTAH SEAKAN MEMILIH DIAM?
HOROR ANTRIAN BBM MENGGUNCANG INDONESIA! RAKYAT MENUNGGU BERJAM-JAM, EKONOMI TERANCAM, PEMERINTAH DIMINTA SEGERA TURUN TANGAN
GEMPAR! PROF DR SUTAN NASOMAL TANTANG NEGARA BUKTIKAN KEHADIRANNYA: “PAK KAPOLRI, DI MANA POLISI SAAT BUMI BINTAN DIJARAH?”
Silaturahmi Penuh Makna, FORWAKA Belawan dan Imigrasi Belawan Satukan Komitmen Mengabdi untuk Masyarakat
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Brimob Polda Sumut Terjun Langsung Menjaga Mata Air Kehidupan Warga Sipirok
JANJI SHM TAK KUNJUNG TERBIT, UANG RATUSAN JUTA MELAYANG! Dugaan Penyalahgunaan Jabatan Oknum Sekretaris Lurah Madras Memantik Kemarahan Korban
Menguatkan Ukhuwah, Menebar Kepedulian: Imigrasi Belawan dan Belawan Berkah Hadirkan Cahaya Kebersamaan untuk Masyarakat
Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi di SPBU Simpang Limbur, Desak BPH Migas dan Propam Mabes Polri Bertindak Tegas
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:22 WIB

PT SRI INDAH BARELANG LAWAN NEGARA? BUKIT DIGUNDULI, LAUT DITIMBUN, MENGAPA APARAT DAN PEMERINTAH SEAKAN MEMILIH DIAM?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

HOROR ANTRIAN BBM MENGGUNCANG INDONESIA! RAKYAT MENUNGGU BERJAM-JAM, EKONOMI TERANCAM, PEMERINTAH DIMINTA SEGERA TURUN TANGAN

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:43 WIB

GEMPAR! PROF DR SUTAN NASOMAL TANTANG NEGARA BUKTIKAN KEHADIRANNYA: “PAK KAPOLRI, DI MANA POLISI SAAT BUMI BINTAN DIJARAH?”

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:26 WIB

Silaturahmi Penuh Makna, FORWAKA Belawan dan Imigrasi Belawan Satukan Komitmen Mengabdi untuk Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:52 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Brimob Polda Sumut Terjun Langsung Menjaga Mata Air Kehidupan Warga Sipirok

Berita Terbaru