DI BAWAH TERIK MATAHARI, SUARA MAHASISWA BERGEMA… BRIMOB SUMUT HADIR MENGAWAL DEMOKRASI DENGAN HATI

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Di bawah teriknya matahari yang membakar aspal Kota Medan, ratusan mahasiswa berdiri tegak di depan Gedung DPRD Sumatera Utara. Dengan suara lantang dan semangat yang tak surut, mereka membawa keresahan rakyat yang berharap didengar oleh para pemegang kebijakan.

Senin (15/06/2026) menjadi saksi bagaimana demokrasi hidup dan bergerak di jalanan. Sekitar 200 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menyampaikan aspirasi terkait kondisi ekonomi yang semakin dirasakan berat oleh masyarakat, mulai dari isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga harapan agar nilai tukar rupiah tetap stabil demi menjaga daya beli rakyat kecil.

Di tengah riuhnya orasi dan gelombang tuntutan yang menggema, aparat keamanan dari Polda Sumatera Utara melalui Satuan Brimob Polda Sumut bersama Polrestabes Medan dan unsur pengamanan lainnya berdiri siaga. Bukan dengan wajah garang, melainkan dengan sikap humanis yang mencerminkan bahwa negara hadir untuk menjaga, bukan membungkam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Barisan personel Brimob yang bertugas tampak kokoh mengawal jalannya aksi. Mereka berdiri berjam-jam di bawah panas matahari, mengorbankan waktu dan tenaga demi memastikan setiap suara yang disampaikan mahasiswa dapat tersalurkan dengan aman dan tertib. Di balik seragam dan perlengkapan yang dikenakan, tersimpan tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan antara keamanan dan kebebasan demokrasi.

Satuan Brimob Polda Sumut menurunkan 1 SSK PHH, 1 Detasemen Satuan Penindak Perusuh, serta 1 Tim Escape yang dipimpin langsung oleh Danyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut, Kompol Mukhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H. Seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh kesabaran, kedisiplinan, dan pengendalian diri demi memastikan tidak ada gesekan yang mencederai semangat demokrasi.

Baca Juga:  Menjulang Bebas di Tengah Gencarnya Penertiban, Reklame Ini Memantik Tanda Tanya Besar: Di Mana Ketegasan Pengawasan

Pemandangan yang tersaji di depan Gedung DPRD Sumut hari itu bukan sekadar aksi unjuk rasa. Ia menjadi gambaran tentang harapan, kepedulian, dan kecintaan generasi muda terhadap masa depan bangsa. Di sisi lain, kehadiran aparat keamanan menjadi simbol bahwa demokrasi dapat tumbuh dalam suasana aman ketika semua pihak saling menghormati.

Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, menegaskan bahwa setiap personel yang bertugas harus mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal setiap aksi penyampaian pendapat di muka umum.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib. Pengamanan yang dilakukan bukan untuk membatasi ruang demokrasi, melainkan untuk menjaga agar demokrasi itu sendiri tetap berjalan dengan baik, damai, dan bermartabat,” ujarnya.

Ketika matahari mulai condong ke barat dan suara orasi perlahan mereda, aksi pun berakhir dalam suasana aman dan tertib. Tidak ada bentrokan. Tidak ada kekacauan. Yang tersisa hanyalah pesan bahwa demokrasi masih memiliki ruang untuk tumbuh, selama ada kesadaran untuk saling menghormati dan menjaga.

Hari itu, di depan Gedung DPRD Sumut, mahasiswa telah menyampaikan suara rakyat. Dan aparat keamanan telah menunjukkan bahwa mengawal demokrasi bukan hanya soal menjaga ketertiban, tetapi juga tentang menjaga harapan agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TANAH YANG DIGARAP WARGA PULUHAN TAHUN DIDUGA BERUBAH JADI PROYEK KETAHANAN PANGAN, KONTROVERSI KODAERAL I MELEDAK DI DELI SERDANG
ADA APA DI BALIK PENYETOPAN PUBLIKASI? LSM PAKAR Soroti Sikap PTPN III Kebun Rambutan, Transparansi Dipertanyakan
Tamparan Keras Buat Hati Walikota Batam,Amsakar Achmad
TIGA TAHUN DALAM NERAKA! Perempuan Bandung Diduga Disekap dan Disiksa Kekasihnya Hingga Kehilangan Mata, Pelaku Masih Buron
MELEDAK! Dugaan Manipulasi Pajak Roti Ganda Guncang Pematangsiantar, Publik Menunggu: Ada Apa di Balik Sikap Diam yang Berkepanjangan?
GELORA KEBANGKITAN KADER MUDA! MARULI SIAHAAN HADIRI PELANTIKAN DPD AMPI SUMUT, SERUKAN LAHIRNYA PEMIMPIN MASA DEPAN BANGSA
GAWAT !! IBU KORBAN PEMBULLYAN/PENGANIAYAAN JADI TERSANGKA
Titiek Soeharto : Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:38 WIB

TANAH YANG DIGARAP WARGA PULUHAN TAHUN DIDUGA BERUBAH JADI PROYEK KETAHANAN PANGAN, KONTROVERSI KODAERAL I MELEDAK DI DELI SERDANG

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:59 WIB

ADA APA DI BALIK PENYETOPAN PUBLIKASI? LSM PAKAR Soroti Sikap PTPN III Kebun Rambutan, Transparansi Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 03:47 WIB

Tamparan Keras Buat Hati Walikota Batam,Amsakar Achmad

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:50 WIB

TIGA TAHUN DALAM NERAKA! Perempuan Bandung Diduga Disekap dan Disiksa Kekasihnya Hingga Kehilangan Mata, Pelaku Masih Buron

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:15 WIB

MELEDAK! Dugaan Manipulasi Pajak Roti Ganda Guncang Pematangsiantar, Publik Menunggu: Ada Apa di Balik Sikap Diam yang Berkepanjangan?

Berita Terbaru