Medan, 22 Juni 2026 – Bagi sebagian orang, air bersih mungkin hanya perkara membuka keran. Namun bagi banyak keluarga di kawasan pesisir Belawan, air bersih adalah perjuangan yang tak jarang harus dibayar dengan tenaga, waktu, dan kesabaran. Di tengah kenyataan itulah, secercah harapan kembali menyala melalui Pelatihan Pengelolaan Air Bersih bagi Perempuan Pesisir yang diselenggarakan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kota Medan bersama Koalisi Masyarakat untuk Air dan Sanitasi Berkeadilan dan Inklusif.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ia menjadi simbol perlawanan terhadap keterbatasan, sekaligus ikhtiar bersama untuk menghadirkan masa depan yang lebih layak bagi masyarakat pesisir. Di ruangan itu, para perempuan yang selama ini menjadi penopang keluarga berkumpul membawa satu harapan yang sama: agar anak-anak mereka tumbuh dengan akses air bersih yang lebih baik dan kehidupan yang lebih sehat.
Kehadiran PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan masyarakat pesisir tidak berjalan sendiri. Dukungan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap upaya meningkatkan kapasitas perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan ini turut melibatkan berbagai organisasi yang selama ini konsisten memperjuangkan hak masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi yang layak, di antaranya Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Perkumpulan Inisiatif, serta International Budget Partnership (IBP).
Regional Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 1, Basri Alam, menegaskan bahwa persoalan air bersih bukan hanya soal kebutuhan sehari-hari, melainkan juga menyangkut martabat dan kualitas hidup masyarakat.
“Pelindo Regional 1 menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya air bersih secara berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi perempuan pesisir sehingga mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Di balik setiap materi yang disampaikan, tersimpan harapan besar agar perempuan pesisir tidak lagi hanya menjadi saksi atas berbagai persoalan lingkungan, tetapi tampil sebagai penggerak perubahan. Sebab dari tangan merekalah kehidupan keluarga dimulai, kesehatan anak-anak dijaga, dan masa depan lingkungan dibentuk.
Bagi masyarakat pesisir, air bukan sekadar kebutuhan. Air adalah kehidupan. Ketika akses terhadap air bersih terbatas, yang terancam bukan hanya kesehatan, tetapi juga masa depan generasi yang akan datang. Karena itulah, pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memutus rantai persoalan yang selama bertahun-tahun membayangi kehidupan warga pesisir.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, harapan itu kini perlahan menemukan jalannya. Setetes demi setetes, perubahan sedang dibangun. Dan dari pesisir Belawan, para perempuan tangguh itu sedang membuktikan bahwa perjuangan menghadirkan kehidupan yang lebih baik dapat dimulai dari hal yang paling mendasar: air bersih untuk semua.
Indra/humas













