MEDAN — Ada jarak yang terbentang jauh antara Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur. Namun, bagi kemanusiaan, jarak bukanlah penghalang untuk mengulurkan tangan. Di tengah semangat memperingati kemerdekaan, kepedulian justru menemukan maknanya yang paling dalam: ketika saudara membantu saudara, tanpa bertanya dari mana dan seberapa jauh tempatnya.
Polda Sumatera Utara bersama Bhayangkari Daerah Sumatera Utara kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada negeri tidak hanya hadir melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian kepada sesama. Bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur secara resmi dilepas dari Halaman Aula Tribrata Mapolda Sumut, Selasa (18/8/2026).
Pelepasan bantuan tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. Turut hadir Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol. M. Rendra Salipu, S.I.K., M.Si., bersama Wakapolda Sumut, Irwasda, para PJU Polda Sumut, serta Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Dansat Brimob Polda Sumut menjadi bagian dari dukungan Satuan Brimob dalam misi kemanusiaan tersebut. Bukan sekadar hadir dalam sebuah kegiatan, tetapi menjadi cermin bahwa semangat Brimob untuk mengabdi tidak berhenti ketika tugas keamanan selesai. Di mana ada masyarakat yang membutuhkan, di sanalah pengabdian menemukan jalannya.
Bantuan yang diberangkatkan dari Sumatera Utara membawa pesan yang jauh lebih besar daripada apa yang terlihat. Di dalamnya ada rasa persaudaraan, ada ketulusan, dan ada doa agar saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi setiap keadaan.
Sebab kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.
Ia tidak mengenal perbedaan pulau.
Ia tidak menghitung seberapa jauh perjalanan yang harus ditempuh.
Ketika satu saudara membutuhkan, saudara yang lain datang mengulurkan tangan.
Semangat itulah yang terus dijaga Polda Sumatera Utara bersama seluruh jajarannya. Bahwa menjadi bagian dari kepolisian bukan hanya tentang menjaga ketertiban dan keamanan, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman, kepedulian, dan harapan di tengah masyarakat.
Dari Sumatera Utara, bantuan itu berangkat menuju Nusa Tenggara Timur. Mungkin yang dikirim adalah bantuan, tetapi yang sesungguhnya sedang dikirim adalah pesan cinta dari satu bagian Indonesia kepada bagian Indonesia lainnya.
Bahwa kita tidak sendiri.
Bahwa sejauh apa pun jaraknya, kita tetap saudara.
Dari Sumatera Utara untuk Nusa Tenggara Timur.
Satu kepedulian, satu semangat kemanusiaan, satu Indonesia.
Indra/humas













