MEDAN — Kesiapsiagaan bukan sekadar slogan, melainkan kemampuan yang harus terus diasah agar setiap personel mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Semangat itulah yang ditunjukkan personel Siaga Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melalui latihan Search and Rescue (SAR), Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut berlangsung di Lapangan Apel Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sumut. Latihan ini merupakan bagian dari kegiatan KLBM untuk memperkuat kemampuan teknis, kedisiplinan, serta kesiapan personel dalam mendukung pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan.
Latihan dipimpin Wakil Komandan Kompi 2 Batalyon C, Iptu M. Rifai Siregar, A.Md., S.H., dengan instruktur Bripda Dian Sitepu, serta diketahui Komandan Kompi 2 Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut, AKP Budi Makmur, S.H., M.M.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam latihan tersebut, personel dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan praktis mengenai berbagai jenis simpul tali yang digunakan dalam operasi SAR. Mereka juga mempelajari jenis, fungsi, dan penggunaan peralatan SAR yang menjadi bagian penting dalam menunjang keberhasilan operasi pencarian dan pertolongan.
Materi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman teori. Setiap personel dituntut mampu mempraktikkan teknik tali-temali secara benar serta memahami penggunaan peralatan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Sebab, dalam situasi darurat, ketepatan menggunakan peralatan dan kemampuan bekerja sama dapat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah operasi penyelamatan.
Latihan ini sekaligus menegaskan bahwa kemampuan personel tidak boleh berhenti pada apa yang telah dikuasai. Keterampilan harus terus dipelihara, dievaluasi, dan ditingkatkan agar setiap anggota memiliki kesiapan menghadapi tantangan tugas yang dapat datang sewaktu-waktu.
Di balik setiap latihan, ada tanggung jawab besar yang dipersiapkan: hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Dalam operasi SAR, personel dituntut bukan hanya memiliki keberanian, tetapi juga ketenangan, kecermatan, disiplin, dan kemampuan mengambil tindakan secara tepat di tengah situasi yang penuh risiko.
Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dari pengabdian Brimob, terutama ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Penguasaan keterampilan dasar SAR diharapkan dapat menunjang pelaksanaan tugas kemanusiaan secara profesional dan bertanggung jawab.
Seluruh rangkaian latihan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Personel mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari pembinaan kemampuan dan pemeliharaan kesiapan operasional satuan.
Melalui latihan yang berkesinambungan, Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus mendorong personelnya agar semakin terampil, sigap, dan profesional dalam menjalankan tugas. Kesiapan itu bukan semata-mata untuk memenuhi tuntutan kedinasan, melainkan juga untuk memastikan bahwa ketika panggilan kemanusiaan datang, personel mampu memberikan pertolongan dengan kemampuan terbaik.
Karena pada akhirnya, kesiapsiagaan sejati bukan hanya tentang seberapa kuat personel menghadapi tantangan, tetapi juga tentang seberapa siap mereka hadir untuk membantu sesama ketika keselamatan dan harapan masyarakat dipertaruhkan.
Indra/humas













