MEDAN – PT Pelindo Multi Terminal terus mendorong percepatan operasional terminal nonpetikemas di Pelabuhan Belawan melalui penguatan koordinasi dan sinergi lintas instansi. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Percepatan Operasional Nonpetikemas Pelabuhan Belawan” yang digelar di Grha Pelindo Medan, Selasa (13/10/2026).
Forum ini menjadi ruang koordinasi bagi para pemangku kepentingan untuk membedah berbagai kendala operasional, mengidentifikasi peluang perbaikan, serta menyelaraskan langkah guna menciptakan pelayanan pelabuhan yang lebih efektif dan efisien.
FGD tersebut melibatkan perwakilan Bea Cukai Belawan (KPPBC TMP Belawan), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan, Pelindo Regional 1 Cabang Belawan, Pelindo Multi Terminal Branch Belawan, DPC INSA Medan–Belawan, DPW ALFI/ILFA Sumatera Utara, DPW ISAA Sumatera Utara, serta Asosiasi Tangki Timbun dan Pemompaan Belawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Executive General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Belawan, Yusrizal, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan operator pelabuhan untuk memastikan kegiatan operasional berjalan lancar. Menurutnya, koordinasi yang kuat menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi hambatan dan menyelaraskan langkah perbaikan demi mendukung kelancaran arus barang.
Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, menyoroti pentingnya sinergi antara otoritas kepabeanan dan pengelola pelabuhan. Keselarasan koordinasi diperlukan agar pelayanan kepabeanan berjalan optimal, tanpa mengabaikan pemenuhan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan operasional Pelindo Multi Terminal Branch Belawan mengenai kondisi layanan terminal nonpetikemas dan berbagai aspek yang berpotensi dioptimalkan untuk mempercepat proses pelayanan.
Paparan dari Bea Cukai Belawan turut memberikan gambaran mengenai aspek kepabeanan yang berkaitan dengan kegiatan operasional pelabuhan. Kedua materi tersebut menjadi landasan diskusi untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan peluang perbaikan yang dapat ditindaklanjuti bersama.
Direktur Operasi dan Teknik Pelindo Multi Terminal, Wahyu Pradityo, menegaskan bahwa percepatan operasional tidak dapat dilakukan secara optimal tanpa kesamaan pemahaman dan koordinasi yang solid dari seluruh pihak terkait.
“Percepatan operasional membutuhkan pemahaman dan koordinasi yang selaras dari seluruh pihak yang terlibat. Melalui forum ini, kita dapat bertukar pandangan, mengidentifikasi hal-hal yang perlu dioptimalkan, serta membangun kesepahaman mengenai langkah perbaikan yang dapat ditindaklanjuti bersama. Harapannya, kolaborasi ini dapat mendukung proses operasional yang lebih efektif dan kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa,” ujar Wahyu.
Melalui forum tersebut, Pelindo Multi Terminal berharap berbagai masukan dan hasil pembahasan tidak berhenti sebatas diskusi, tetapi dapat menjadi pijakan bagi penguatan koordinasi dan penyelarasan proses kerja antarpemangku kepentingan.
Percepatan operasional terminal nonpetikemas menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan pelabuhan. Dengan koordinasi yang semakin solid, Pelabuhan Belawan diharapkan mampu mendukung kelancaran arus barang dan memperkuat perannya sebagai salah satu simpul penting dalam rantai logistik.
Sinergi seluruh pemangku kepentingan pun menjadi kunci agar pelayanan pelabuhan semakin efektif, hambatan operasional dapat diminimalkan, dan kebutuhan pengguna jasa dapat dilayani secara lebih optimal.
Indra/humas













