MEDAN – Di balik tugas menjaga keamanan dan mengayomi masyarakat, ada doa-doa tulus yang terus dipanjatkan, ada harapan yang dititipkan kepada Sang Pencipta, serta ada pengabdian yang membutuhkan keteguhan iman dan keikhlasan hati.
Semangat itulah yang mewarnai Doa Bersama dalam rangka menyambut Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026 di Masjid Al-Hidayah Mapolda Sumatera Utara, Kamis (15/10/2026) pagi.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, keluarga besar Polda Sumatera Utara bersama pengurus Bhayangkari memanjatkan doa, memohon keberkahan, keselamatan, serta kekuatan untuk terus menjalankan pengabdian kepada bangsa dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan keagamaan tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., serta dihadiri Wakapolda Sumut, Plt. Irwasda, Karo SDM, jajaran Pejabat Utama Polda Sumut, dan Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Utara.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. M. Rendra Salipu, S.I.K., M.Si., turut hadir mendampingi Ketua Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Sumut, Ny. Ucha Rendra Salipu. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan keteladanan dalam keluarga besar Polri.
Mengusung tema “Bhayangkari Berdaya, Berkarya dan Berdampak untuk Menguatkan Iman Memberi Manfaat Bagi Semua”, peringatan HKGB ke-74 bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tidak hanya diukur dari besarnya tanggung jawab yang dipikul, tetapi juga dari ketulusan hati dalam menghadirkan manfaat bagi sesama.
Tausiyah dan doa bersama yang disampaikan Al Ustadz Dr. Irwansyah, M.H.I., menambah kekhidmatan suasana.
Di dalam masjid, setiap doa menjadi ungkapan harapan agar keluarga besar Polri senantiasa diberikan kekuatan iman, kelapangan hati, keselamatan dalam bertugas, serta kemampuan untuk terus berdiri di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai kemanusiaan.
Bagi Bhayangkari, dukungan terhadap tugas kepolisian bukan hanya diwujudkan melalui pendampingan kepada pasangan yang bertugas. Lebih jauh, Bhayangkari memiliki ruang pengabdian tersendiri melalui kegiatan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan berbagai upaya yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh seiring bertambahnya usia organisasi.
Bahwa kekuatan sebuah keluarga besar tidak semata-mata terletak pada kebersamaan dalam menjalankan tugas, melainkan juga pada kesediaan untuk saling menguatkan, menebarkan kasih, dan menghadirkan kepedulian bagi mereka yang membutuhkan.
Rangkaian Doa Bersama HKGB ke-74 berlangsung tertib, aman, dan penuh keakraban. Melalui momentum ini, diharapkan silaturahmi keluarga besar Polda Sumut dan Bhayangkari semakin erat, sementara komitmen untuk memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus terpelihara.
Sebab pada akhirnya, pengabdian yang paling bermakna bukan hanya tentang apa yang dilakukan untuk institusi, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Dengan iman sebagai landasan, keteladanan sebagai pegangan, dan kepedulian sebagai wujud nyata, Bhayangkari diharapkan terus berkarya dan memberi arti bagi kehidupan sesama.
Indra/humas













