Klaim 65 Hektare Lahan Kebun Sosa Mengemuka, PTPN IV Tegaskan HGU Sah hingga 2043

- Penulis

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG LAWAS – Polemik klaim atas lahan seluas 65 hektare di Afdeling 8 Kebun Sosa, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, kembali menjadi perhatian. Di tengah klaim yang disampaikan seseorang, PTPN IV Regional 2 menegaskan bahwa areal tersebut tercatat sebagai bagian dari Hak Guna Usaha (HGU) Kebun Sosa yang berlaku hingga 2043.

Menurut pihak perusahaan, lahan seluas 65 hektare itu berada di dalam kawasan HGU Kebun Sosa dengan total luas 6.883,11 hektare. PTPN IV Regional 2 juga menyebut pemeriksaan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 2025 menyatakan areal tersebut masuk dalam wilayah HGU perusahaan.

Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Muhammad Ridho Nasution, menegaskan bahwa perusahaan berpegang pada dokumen administrasi pertanahan dalam menjalankan operasional kebun. Meski demikian, perusahaan menyatakan tetap menghormati pihak yang mengajukan klaim dan membuka ruang dialog untuk mencari kejelasan.

Upaya penyelesaian melalui mediasi telah difasilitasi BPN Kabupaten Padang Lawas pada 7 Oktober 2026 di kantor BPN setempat. PTPN IV Regional 2 menyatakan siap mengikuti mekanisme yang ditempuh guna memperjelas persoalan tersebut.

Di sisi lain, perusahaan menekankan bahwa pengelolaan Kebun Sosa berkaitan dengan aset negara, lapangan kerja, serta perputaran ekonomi masyarakat sekitar. Karena itu, penyelesaian polemik diharapkan berlangsung berdasarkan dokumen, ketentuan hukum, dan pemeriksaan batas lahan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga persoalan tersebut memperoleh kejelasan melalui proses yang berlaku, dasar klaim pihak yang mempersoalkan lahan serta hasil lengkap pemeriksaan dan mediasi BPN menjadi bagian penting untuk memastikan duduk perkara secara menyeluruh.

Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan
PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SEMATKAN GELAR CFLE KE-2.500 KEPADA AHMAD HUSEIN BATU BARA, AMANAH BARU UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN
BNCT Buka Jalan Kolaborasi Logistik Indonesia–Malaysia, Pelabuhan Belawan Bidik Peluang Pasar Regional
Ketum Relawan Tegak Lurus Prabowo Arse Pane Ucapkan Selamat atas Pelantikan Hj. Lilis Tutilaswati Suganda sebagai Bendahara PDBI DKI Jakarta
Peduli Kesehatan Warga, PT PHPO KIM II Gelar Fogging Gratis di Mabar Hilir dan Saentis
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:25 WIB

SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:21 WIB

SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:59 WIB

PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SEMATKAN GELAR CFLE KE-2.500 KEPADA AHMAD HUSEIN BATU BARA, AMANAH BARU UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

Berita Terbaru