BOGOR — Prestasi besar tidak selalu lahir dari perjalanan panjang. Terkadang, semangat yang baru tumbuh selama enam bulan mampu membuktikan bahwa keberanian, kedisiplinan, dan kerja keras dapat mengantarkan anak-anak meraih kebanggaan.
Itulah yang ditorehkan ekstrakurikuler (ekskul) Taekwondo SDN Cibatok 03, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Meski baru berdiri enam bulan, para atlet muda ini berhasil mengharumkan nama sekolah dan Kecamatan Cibungbulang dengan membawa pulang dua medali perunggu kategori Poomsae Cadet Prestasi dalam Kejuaraan Taekwondo BAPOPSI Cup 2026 yang digelar di GOR PPOM Kabupaten Bogor pada 22–23 Oktober 2026.
Prestasi tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar pendidikan, pakar hukum internasional, ekonom, sekaligus Rektor Universitas Bangsa Negara Bersatu (UBNB).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan daring di kantor eks UPT Pendidikan Kecamatan Cibungbulang, Jumat (23/10/2026), Sutan Nasomal menilai keberhasilan tersebut patut menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, prestasi itu bukan semata-mata tentang dua medali perunggu. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut merupakan bukti bahwa anak-anak memiliki potensi besar yang dapat berkembang apabila diberikan ruang, pembinaan, kesempatan, dan dukungan yang memadai.
“Ini contoh nyata bahwa prestasi tidak harus menunggu bertahun-tahun. Anak-anak yang baru enam bulan mengenal Taekwondo sudah berani tampil dan mampu membawa pulang medali di tingkat kabupaten. Ini harus menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya,” ujar Sutan Nasomal.
Ia mengimbau kepala sekolah, guru, serta tenaga pendidik di sekolah dasar negeri maupun swasta dan madrasah ibtidaiyah agar tidak memandang kegiatan ekstrakurikuler sekadar sebagai pelengkap kegiatan belajar-mengajar.
Menurutnya, olahraga, Pramuka, seni, dan berbagai kegiatan edukatif lainnya merupakan bagian penting dalam membangun karakter, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta mental juara sejak usia dini.
Sutan Nasomal juga mendorong sekolah-sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Bogor untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan bakat dan minat peserta didik. Ia berharap keberhasilan SDN Cibatok 03 dapat menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah lain untuk melahirkan prestasi serupa.
Dorong Dinas Pendidikan Berikan Dukungan Nyata
Tak berhenti pada apresiasi, Sutan Nasomal turut mendorong Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor agar menerbitkan surat edaran atau imbauan kepada satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga PKBM, untuk memperkuat kegiatan pengembangan bakat, olahraga, dan kegiatan edukatif lainnya.
Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah memberikan penghargaan yang layak kepada peserta didik yang berhasil mengukir prestasi, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, berupa piagam penghargaan, trofi, serta dukungan uang saku sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran.
“Jangan sampai anak-anak sudah berjuang, berlatih dengan disiplin, membawa nama baik sekolah dan daerah, tetapi perjuangan mereka berhenti hanya pada tepuk tangan. Prestasi mereka harus dihargai dan dijadikan motivasi untuk terus berkembang,” tegasnya.
Menurut Sutan Nasomal, penghargaan bukan sekadar soal materi. Pengakuan dari sekolah dan pemerintah dapat menumbuhkan kebanggaan, memperkuat kepercayaan diri, serta mendorong anak-anak lain untuk berani mengejar prestasi.
Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya diberikan ketika sebuah sekolah berhasil membawa pulang medali, tetapi juga diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan, penyediaan sarana latihan, pendampingan pelatih, dan kesempatan mengikuti kompetisi.
Enam Bulan Berlatih, Mental Juara Mulai Terbentuk
Sementara itu, pelatih Taekwondo SDN Cibatok 03, Sbmnim Adiet Gembok, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut terasa istimewa karena para atlet masih tergolong baru dalam mengenal olahraga bela diri Taekwondo.
Ekskul yang tergabung dalam C03 CENTER dan mewakili BAPOPSI Kecamatan Cibungbulang itu mampu menunjukkan keberanian menghadapi persaingan di tingkat kabupaten meski masa latihan mereka baru berjalan enam bulan.
“Hal ini sangat luar biasa karena persaingannya ketat. Anak-anak ini baru enam bulan berlatih, ekskul kita juga masih baru, tetapi mereka berani tampil dan langsung mendapatkan medali di tingkat kabupaten. Ini bukti bahwa anak-anak Cibungbulang punya mental juara,” ujar Adiet Gembok.
Keberhasilan itu menjadi kebanggaan bagi para atlet, pelatih, sekolah, orang tua, dan masyarakat Cibungbulang. Di balik medali yang dibawa pulang, terdapat proses belajar, latihan, disiplin, serta keberanian untuk menghadapi tantangan.
Bagi anak-anak tersebut, dua medali perunggu bukanlah garis akhir. Keduanya merupakan langkah awal untuk menapaki perjalanan prestasi yang lebih panjang.
Sutan Nasomal berharap capaian SDN Cibatok 03 menjadi contoh bahwa sekolah dengan pembinaan yang baru dimulai sekalipun dapat melahirkan atlet berprestasi apabila anak-anak diberi kesempatan dan dibimbing secara sungguh-sungguh.
“Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Jangan padamkan semangat mereka karena keterbatasan kesempatan. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu, karakter, keberanian, dan prestasi. Ketika anak-anak berjuang membawa nama baik daerahnya, sudah sepatutnya kita hadir memberikan dukungan,” pungkasnya.
Prestasi SDN Cibatok 03 menjadi pengingat bahwa bibit-bibit unggul dapat tumbuh dari mana saja. Tugas orang dewasa, sekolah, dan pemerintah bukan sekadar menyaksikan keberhasilan mereka, melainkan membuka jalan agar potensi itu terus berkembang dan kelak menjadi kebanggaan Kabupaten Bogor serta Indonesia.
Indra













