DELI SERDANG — Di balik pintu-pintu rumah yang tertutup, ada orang tua yang menyimpan kecemasan. Ada keluarga yang mendambakan anaknya tumbuh dalam kehidupan yang sehat. Ada pula masyarakat yang ingin tidur dengan tenang, tanpa dihantui keresahan akibat ancaman narkoba.
Di tengah kegelisahan itulah, personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut bergerak menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas penyalahgunaan narkotika di Dusun VIII, Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (24/10/2026).
Sebanyak 25 personel Batalyon A Pelopor dikerahkan dalam operasi tersebut. Pasukan dipimpin Komandan Pleton III Kompi 1 Batalyon A, IPDA Setia Yudi, S.H., sedangkan operasi gabungan dipimpin Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Sumut, AKBP Dr. Hendro Wibowo, S.IP., M.M., M.Si., M.H.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyisir Lokasi, Memburu Ancaman yang Mengusik Ketenteraman
Operasi itu bukan sekadar langkah penegakan hukum. Di balik penyisiran tersebut, tersimpan harapan agar lingkungan masyarakat terbebas dari ancaman narkotika yang dapat menghancurkan masa depan manusia secara perlahan.
Petugas menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi tempat berkumpulnya para penyalahguna narkoba. Namun, saat penggerebekan berlangsung, tidak ditemukan terduga pelaku penyalahgunaan narkoba di lokasi.
Ketiadaan orang yang diduga terlibat ketika petugas tiba tidak lantas menghentikan kegiatan. Personel gabungan tetap melakukan tindakan terhadap barak-barak yang disebut digunakan untuk aktivitas terkait narkoba serta menutup sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpulnya para penyalahguna.
Barak-barak itu kemudian dibakar.
Asap yang membubung dari lokasi menjadi gambaran berakhirnya keberadaan sejumlah sarana yang menjadi sasaran penindakan. Namun, perjuangan melawan narkoba tentu tidak berhenti ketika bara api padam. Sebab, ancaman sesungguhnya bukan hanya bangunan yang berdiri di suatu tempat, melainkan juga kemungkinan rusaknya kehidupan manusia akibat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
DI BALIK PERANG NARKOBA, ADA MASA DEPAN YANG HARUS DISELAMATKAN
Narkoba bukan sekadar perkara barang terlarang yang diburu aparat. Di balik bahayanya, ada masa depan anak-anak yang harus dijaga, ada air mata orang tua yang tak ingin melihat anaknya kehilangan arah, dan ada keluarga yang berharap orang-orang yang mereka cintai tidak terjerumus ke dalam lingkaran kehancuran.
Setiap upaya pemberantasan narkoba semestinya menjadi pengingat bahwa yang dipertaruhkan bukan hanya keamanan hari ini, melainkan juga kehidupan generasi yang akan datang.
Masyarakat membutuhkan lingkungan yang aman. Anak-anak membutuhkan ruang untuk tumbuh tanpa bayang-bayang narkotika. Sementara keluarga membutuhkan kepastian bahwa ancaman yang merusak kehidupan tidak dibiarkan berkembang tanpa penanganan.
Karena itu, sinergi Brimob Polda Sumut dan Ditresnarkoba Polda Sumut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menangani lokasi yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Meski demikian, perjuangan tersebut membutuhkan langkah berkelanjutan, mulai dari penegakan hukum, pencegahan, pengawasan lingkungan, hingga rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan pertolongan akibat ketergantungan narkotika.
BRIMOB HADIR, HARAPAN MASYARAKAT JANGAN SAMPAI PADAM
Melalui kegiatan ini, Satuan Brimob Polda Sumut kembali menunjukkan dukungan terhadap upaya pemberantasan narkoba bersama fungsi kepolisian lainnya.
Harapannya, tindakan di lapangan tidak berhenti sebagai operasi sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya berkesinambungan untuk menjaga keamanan dan melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
Sebab, keberhasilan memerangi narkoba bukan semata-mata tentang berapa banyak lokasi yang ditutup atau bangunan yang dibakar. Lebih dari itu, keberhasilan sejati adalah ketika semakin sedikit keluarga yang harus menangis, semakin banyak generasi muda yang terselamatkan, dan semakin banyak orang yang memperoleh kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
Di Sei Mencirim, operasi telah dilaksanakan. Namun, harapan masyarakat untuk hidup aman harus terus dijaga.
Sebab, ketika narkoba merenggut masa depan seseorang, yang terluka bukan hanya dirinya sendiri. Ada keluarga yang ikut menanggung pedihnya, ada orang tua yang menyimpan duka, dan ada masa depan bangsa yang ikut dipertaruhkan.
Perang melawan narkoba pada akhirnya bukan hanya tentang menindak pelanggaran hukum, melainkan juga tentang menyelamatkan kehidupan manusia sebelum semuanya terlambat.
Indra/humas













