PADANG — Kebiasaan yang dianggap sepele ternyata bisa berubah menjadi ancaman mematikan di jalan raya. Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat akhirnya angkat bicara soal maraknya pengendara yang sembarangan menyalakan lampu hazard saat berhenti di lampu merah maupun di persimpangan jalan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Siddiq, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakil Direktur Lalu Lintas AKBP Yudho Hontoro, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan tanda kehati-hatian, melainkan kesalahan fatal yang dapat membahayakan pengguna jalan lain.
“Jangan anggap lampu hazard sebagai simbol aman saat berhenti di lampu merah. Justru itu dapat memicu kebingungan, menghilangkan fungsi lampu sein, dan membuka peluang terjadinya kecelakaan,” tegas Kombes Pol. Reza Chairul Akbar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomena ini disebut semakin mengkhawatirkan karena banyak pengendara mengikuti kebiasaan yang salah tanpa memahami aturan maupun dampaknya. Di tengah padatnya lalu lintas, satu kesalahan kecil bisa berubah menjadi petaka besar dalam hitungan detik.
Dirlantas menegaskan, lampu hazard sejatinya hanya digunakan dalam kondisi darurat, seperti kendaraan mogok, berhenti di lokasi berbahaya, keadaan darurat tertentu, atau pengawalan khusus. Bukan digunakan sembarangan hanya karena kendaraan sedang berhenti di persimpangan.
Dasar hukumnya pun jelas. Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tepatnya Pasal 121 ayat (1) serta Pasal 106 ayat (4) huruf e, pengemudi diwajibkan menggunakan lampu sein sesuai arah pergerakan kendaraan saat berada di persimpangan.
“Kalau hazard digunakan sembarangan, itu bisa dikenakan sanksi tilang sesuai Pasal 287 ayat (1). Ini bukan sekadar aturan administratif, tapi menyangkut keselamatan nyawa di jalan raya,” tambah AKBP Yudho Hontoro.
Melalui himbauan tegas ini, Ditlantas Polda Sumbar mengingatkan masyarakat agar tidak lagi terjebak dalam budaya berkendara yang keliru. Karena di jalan raya, satu lampu yang salah digunakan bisa menjadi awal dari kecelakaan yang tak pernah diinginkan.
Indra













