Dolok Sanggul – Keresahan masyarakat di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, kembali mencuat setelah muncul dugaan bahwa praktik perjudian jenis Toto Gelap (togel) kembali beroperasi dan semakin meluas, meski sebelumnya sempat dikabarkan mereda.
Fenomena ini disebut-sebut tidak lagi berjalan sembunyi-sembunyi. Sejumlah warung kopi di beberapa kecamatan diduga telah berubah fungsi menjadi tempat berkumpulnya warga yang membahas angka, mimpi, hingga “kode alam” yang diyakini berkaitan dengan nomor togel.
Salah seorang warga Dolok Sanggul berinisial M Marbun mengungkapkan kondisi tersebut kepada awak media. Ia menyebut, aktivitas di warung kopi kini bukan hanya sekadar tempat bersantai, melainkan telah dipenuhi percakapan yang mengarah pada pembahasan angka-angka perjudian.
“Lihat saja bang, di warung itu hampir setiap hari ramai, bukan cuma ngopi, tapi sibuk bahas mimpi dan nomor,” ungkapnya.
Di lokasi berbeda, seorang ibu rumah tangga berinisial S br Purba dari Kecamatan Pollung juga menyampaikan keresahannya. Ia meminta aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan sebelum praktik tersebut semakin merajalela hingga ke pelosok desa.
Menurutnya, jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan dapat menggerus ekonomi masyarakat serta merusak moral generasi muda, terutama di wilayah yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau tidak segera ditindak, ini bisa makin parah dan merusak masa depan anak-anak kita,” ujarnya penuh kekhawatiran.
Sementara itu, beredar pula informasi dari masyarakat yang menyebut adanya dugaan pengelolaan aktivitas tersebut oleh oknum berinisial PM, yang disebut-sebut dibantu seorang oknum LSM berinisial JH dalam mengatur jalannya aktivitas serta dugaan pengumpulan “upeti” agar kegiatan tersebut tetap berjalan mulus.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan maraknya kembali praktik perjudian togel di Humbang Hasundutan.
Masyarakat kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk memastikan ketertiban dan ketenangan kembali pulih di tengah kehidupan desa yang mulai terusik.
(Tim Redaksi – Ys)













