Dumai, 5 Juni 2026 – Di era ketika informasi menyebar dalam hitungan detik dan opini publik dapat terbentuk dalam sekejap, menjaga kepercayaan menjadi tantangan yang tidak ringan bagi setiap perusahaan. Menjawab tantangan tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 mengumpulkan para insan humas terbaiknya dalam sebuah forum strategis yang sarat makna dan semangat perubahan.
Selama dua hari penuh, 3–4 Juni 2026, Kota Dumai menjadi saksi berkumpulnya para pejuang komunikasi dari berbagai cabang Pelindo Regional 1, Sub Holding, hingga Anak Perusahaan. Mereka datang membawa satu tujuan yang sama: memperkuat kompetensi, menyatukan langkah, dan membangun komunikasi yang mampu menjaga marwah serta reputasi perusahaan di tengah derasnya arus informasi digital.
Forum Humas Regional 1 bukan sekadar agenda perusahaan. Di balik setiap sesi diskusi dan pelatihan, tersimpan tekad besar untuk menciptakan insan humas yang tangguh, responsif, dan mampu menjadi benteng terdepan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Pelindo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan bergengsi ini turut mendapat perhatian dari jajaran pimpinan tertinggi perusahaan. Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, bersama Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, hadir secara daring memberikan motivasi dan arahan kepada seluruh peserta. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa komunikasi kini menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung transformasi Pelindo menuju perusahaan kelas dunia.
Forum dibuka oleh Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, yang menegaskan bahwa humas bukan lagi sekadar penyampai informasi. Di era modern, humas telah menjelma menjadi penjaga kepercayaan, pengelola reputasi, sekaligus wajah perusahaan yang berhadapan langsung dengan publik.
Semangat para peserta semakin terpacu ketika berbagai materi strategis disampaikan oleh para pakar nasional. Salah satunya Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat, Aditya Nuriya Solikhah, yang mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai pondasi transparansi dan akuntabilitas perusahaan.
Tak kalah menarik, peserta juga dibekali kemampuan mengukur dampak komunikasi secara profesional melalui pendekatan AMEC Integrated Evaluation Framework yang dipaparkan oleh Strategic Public Relations Expert, Fardila Astari, M.Si., IAPR, CIQNR, CIQAR. Materi ini menjadi bekal penting agar setiap pesan yang disampaikan tidak hanya terdengar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perusahaan dan masyarakat.
Suasana forum berlangsung hangat namun penuh energi. Berbagai ide, pengalaman, dan strategi komunikasi saling dipertukarkan dalam sesi workshop, studi kasus, dan diskusi interaktif. Dari ruang-ruang pertemuan itu lahir gagasan-gagasan baru untuk menghadapi tantangan komunikasi masa depan yang semakin kompleks dan dinamis.
Puncak kegiatan berlangsung penuh kebanggaan ketika Pelindo Regional 1 memberikan penghargaan kepada cabang-cabang terbaik yang dinilai berhasil menunjukkan dedikasi luar biasa dalam bidang kehumasan. Penghargaan Best Corporate Branding Award, Best Media Relations Award, Fast Response Communication Award, hingga Best Social Media Engagement Award menjadi simbol apresiasi atas kerja keras para insan humas yang selama ini bekerja di balik layar menjaga citra perusahaan.
Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, menegaskan bahwa forum ini merupakan investasi penting bagi masa depan perusahaan. Menurutnya, di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang kuat dengan masyarakat.
“Melalui forum ini, kami ingin memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kompetensi insan humas agar mampu menghadapi perkembangan komunikasi yang semakin dinamis. Kami berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung penguatan reputasi dan citra positif Pelindo,” ungkapnya.
Dari Kota Dumai, semangat kolaborasi itu kembali diteguhkan. Forum Humas Regional 1 menjadi bukti bahwa menjaga reputasi perusahaan bukan hanya tentang menyampaikan informasi, melainkan tentang membangun kepercayaan, merawat hubungan, dan memastikan setiap langkah transformasi Pelindo dapat dirasakan serta dipahami oleh masyarakat luas. Sebab di balik setiap pelabuhan yang terus bergerak melayani negeri, ada insan-insan komunikasi yang bekerja tanpa lelah menjaga nama baik perusahaan tetap berdiri kokoh di tengah gelombang perubahan zaman.
Indra













