Hijaukan Pesisir, Selamatkan Masa Depan! AMPHIBI Tanam 500 Mangrove, Sekaligus Bongkar Dugaan Pencemaran Limbah B3 di Sungai Percut

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang – Di tengah ancaman abrasi, perubahan iklim, dan kerusakan lingkungan yang terus menggerus pesisir Sumatera Utara, secercah harapan kembali tumbuh dari tepian Pantai Percut. Ratusan tangan bersatu menancapkan bibit-bibit mangrove ke dalam lumpur pesisir, bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan bagi generasi mendatang.

Dalam rangka menyambut Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli, jajaran AMPHIBI Sumatera Utara, AMPHIBI Deli Serdang, AMPHIBI Kota Medan, KTHn AMPHIBI Percut, perwakilan AMPHIBI Batu Bara, mahasiswa Universitas Al Azhar, serta insan pers Sumatera Utara melaksanakan aksi penanaman 500 bibit mangrove di kawasan IUPHKm KTHn AMPHIBI Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Minggu (19/7/2026).

Bagi AMPHIBI, mangrove bukan sekadar pepohonan yang tumbuh di tepian laut. Mangrove adalah benteng terakhir yang melindungi daratan dari amukan ombak, rumah bagi ribuan biota laut, sekaligus penyangga kehidupan masyarakat pesisir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua AMPHIBI Sumatera Utara, Tengku M. Fahri, ST., MT, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga hutan mangrove hanya dapat diwujudkan apabila masyarakat menjadi pelaku utama konservasi.

“Kami ingin masyarakat pesisir menjadi pemimpin dalam menjaga mangrove, bukan hanya datang ketika kerusakan sudah terjadi. Menjaga mangrove berarti menjaga kehidupan, menjaga laut, dan menjaga masa depan anak cucu kita,” tegasnya.

Ia menjelaskan, masyarakat kini dibekali pengetahuan teknis tentang penanaman, perawatan, patroli kawasan, hingga pengelolaan potensi hutan mangrove secara berkelanjutan. Kawasan yang dulunya rusak akibat penebangan liar dan pembukaan tambak perlahan mulai kembali menghijau.

Sementara itu, Ketua Umum AMPHIBI, Agus Salim Tanjung, SO., SI., CH. (AST), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia dengan tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang.”

Baca Juga:  Prof Sutan Nasomal: “Kalau Negara Tak Tegas, Perusahaan Nakal Akan Terus Menantang Hukum!”

Pada puncak peringatan nanti, AMPHIBI akan melanjutkan aksi penanaman dan pengontrolan kawasan mangrove hasil kerja sama dengan PT Freeport Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah berjalan sejak Agustus 2024.

Hingga kini, lebih dari 25.000 batang mangrove telah berhasil ditanam di lahan seluas 25 hektare bersama Kelompok Tani Hutan AMPHIBI Percut dan masyarakat nelayan sebagai bukti nyata komitmen menjaga pesisir Indonesia.

Namun, di balik keberhasilan tersebut, AMPHIBI juga mengungkap fakta yang memprihatinkan. Belum lama ini kawasan mangrove tersebut diterjang kiriman limbah berupa busa putih tebal menyerupai awan yang hanyut dari hulu Sungai Percut dan diduga mengancam kelestarian tanaman mangrove.

“Persoalan ini tidak akan kami biarkan berhenti begitu saja. Kami telah menyampaikan laporan kepada Bupati Deli Serdang, Dinas Lingkungan Hidup hingga Direktorat Pengelolaan Limbah B3 di Jakarta. Kasus ini akan kami kawal sampai tuntas,” tegas AST.

Berdasarkan hasil investigasi AMPHIBI, sumber pencemaran diduga berasal dari perusahaan pencucian kemasan yang terkontaminasi limbah B3 di sekitar Bendungan Irigasi Sidoras. Dugaan tersebut kini menjadi perhatian serius karena setiap kegiatan usaha yang membuang limbah ke badan sungai wajib mengantongi izin dan memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan.

AMPHIBI menegaskan akan terus mendorong pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengusut tuntas dugaan pencemaran tersebut. Penegakan hukum dinilai penting agar memberikan efek jera sekaligus memastikan ekosistem mangrove yang telah diperjuangkan bertahun-tahun tidak kembali rusak akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sebab ketika mangrove hilang, yang lenyap bukan hanya pepohonan di pesisir, tetapi juga perlindungan bagi kehidupan, penghidupan masyarakat nelayan, dan masa depan generasi yang akan datang.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan DNA Babi dalam Menu MBG Medan Menggemparkan! Hasil Uji Lab di Bogor Dipertanyakan, APH Didesak Bongkar Kejelasan Dokumen
Minggu Kasih Brimob Batalyon C: Merawat Iman, Menebar Kepedulian, Mengukir Kehangatan di Hati Jemaat
“Dari Lapangan Voli untuk Persaudaraan, Brimob Sumut Semarakkan HUT ke-81 dengan Marcopolo Cup”
SIDANG PT TSI MEMANAS! Kuasa Hukum Bank Mandiri Bungkam di Hadapan Wartawan, Hakim Kembali Minta Tergugat Nomor 30 Hadir
PENGUMUMAN PENTING! SERTIFIKAT TANAH MILIK NURHAYATI M HILANG, MASYARAKAT DIMOHON BANTUAN DAN KEPEDULIANNYA
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!
Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis
Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:32 WIB

Dugaan DNA Babi dalam Menu MBG Medan Menggemparkan! Hasil Uji Lab di Bogor Dipertanyakan, APH Didesak Bongkar Kejelasan Dokumen

Senin, 2 November 2026 - 15:55 WIB

Minggu Kasih Brimob Batalyon C: Merawat Iman, Menebar Kepedulian, Mengukir Kehangatan di Hati Jemaat

Senin, 2 November 2026 - 14:04 WIB

“Dari Lapangan Voli untuk Persaudaraan, Brimob Sumut Semarakkan HUT ke-81 dengan Marcopolo Cup”

Senin, 2 November 2026 - 09:35 WIB

SIDANG PT TSI MEMANAS! Kuasa Hukum Bank Mandiri Bungkam di Hadapan Wartawan, Hakim Kembali Minta Tergugat Nomor 30 Hadir

Senin, 2 November 2026 - 06:41 WIB

PENGUMUMAN PENTING! SERTIFIKAT TANAH MILIK NURHAYATI M HILANG, MASYARAKAT DIMOHON BANTUAN DAN KEPEDULIANNYA

Berita Terbaru