Ketua Umum PJI Kencam Pelecehan Verbal Hotman Paris Terhadap Jurnalis, Kemerdekaan Pers Tidak Boleh Diintimidasi

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belitung Timur ~ Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) mengecam keras tindakan pengacara Hotman Paris Hutapea yang dinilai telah merendahkan martabat profesi jurnalis saat menggelar konferensi pers di Kejaksaan Agung RI pada 17 Juli 2026.

Dalam pernyataan resminya, Ketua Umum PJI menilai ucapan Hotman Paris kepada seorang jurnalis, “Lu punya otak nggak sih?!”, bukan sekadar luapan emosi, melainkan bentuk pelecehan verbal yang mencederai kehormatan profesi pers di ruang publik.

Temukan lebih banyak

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panduan & Petunjuk Perjalanan

Waktu & Kalender

Sumber daya Manusia

Pemerintah

Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (PSDP)

Menurutnya, seorang jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan pemenuhan hak masyarakat atas informasi. Karena itu, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan menghina ataupun membentak wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Baca Juga:  Judi Tembak Ikan Diduga Menjamur di Medan Utara, Warga Ketakutan Bersuara: Kapolres dan Kasat Reskrim Didesak Bertindak!

“Pernyataan tersebut merupakan bentuk verbal assault yang secara nyata merendahkan martabat profesi jurnalis. Aktivitas konfirmasi dan tanya jawab adalah bagian yang sah dalam pelaksanaan tugas jurnalistik. Tidak boleh ada intimidasi, penghinaan, maupun makian terhadap wartawan yang sedang bekerja,” tegasnya.

Selain menyoroti ucapan tersebut, PJI juga mengkritisi langkah komunikasi Hotman Paris selaku kuasa hukum tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). PJI menilai adanya penyebutan nama Presiden Republik Indonesia, institusi Polri, Kapolri, serta sejumlah pejabat tinggi negara dalam konferensi pers berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Ketua Umum PJI menegaskan bahwa Presiden RI, Polri, maupun Kapolri merupakan simbol negara yang bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia dan tidak semestinya dijadikan tameng untuk membela kepentingan hukum pribadi ataupun membangun tekanan psikologis dalam suatu perkara.

Arsoyo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SIDANG PT TSI MEMANAS! Kuasa Hukum Bank Mandiri Bungkam di Hadapan Wartawan, Hakim Kembali Minta Tergugat Nomor 30 Hadir
PENGUMUMAN PENTING! SERTIFIKAT TANAH MILIK NURHAYATI M HILANG, MASYARAKAT DIMOHON BANTUAN DAN KEPEDULIANNYA
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!
Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis
Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:35 WIB

SIDANG PT TSI MEMANAS! Kuasa Hukum Bank Mandiri Bungkam di Hadapan Wartawan, Hakim Kembali Minta Tergugat Nomor 30 Hadir

Senin, 2 November 2026 - 06:41 WIB

PENGUMUMAN PENTING! SERTIFIKAT TANAH MILIK NURHAYATI M HILANG, MASYARAKAT DIMOHON BANTUAN DAN KEPEDULIANNYA

Minggu, 1 November 2026 - 09:58 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!

Minggu, 1 November 2026 - 08:58 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Berita Terbaru