DELI SERDANG, 27 Agustus 2026 — Di balik suara langkah sepatu lars yang menghentak dan barisan prajurit yang berdiri tegap, Kamis (27/8/2026) menjadi saksi sebuah pergantian yang bukan sekadar seremonial.
Di Mako Yonif TP 852/ABY, Deli Serdang, sebuah tongkat komando berpindah tangan. Sebuah amanah diserahkan. Sebuah perjalanan pengabdian memasuki babak baru.
Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danyonif TP 852/ABY berlangsung khidmat. Mewakili Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Wakil Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumut KOMPOL ABDUL HOLID, S.Sos., M.H., hadir dalam momentum penting tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jabatan Danyonif TP 852/ABY diserahterimakan dari LETKOL INF EKO DAMUNA beserta Ibu selaku pejabat lama kepada LETKOL INF RACHMAT PHONNA DARWIN beserta Ibu selaku pejabat baru.
Pergantian itu menghadirkan dua suasana dalam satu waktu.
Ada langkah yang meninggalkan ruang komando setelah menorehkan pengabdian. Ada pula langkah baru yang memasuki ruang tanggung jawab dengan membawa harapan, tantangan, dan amanah yang tidak ringan.
Karena di dunia prajurit, jabatan bukanlah mahkota. Jabatan adalah amanah. Komando bukanlah kebanggaan pribadi. Komando adalah tanggung jawab terhadap anak buah, masyarakat, bangsa, dan negara.
Hari ini tongkat komando berpindah.
Namun semangat pengabdian tidak boleh ikut berpindah.
Semangat itu harus tetap hidup di setiap langkah prajurit. Tetap menyala dalam setiap tugas. Tetap berdiri tegak ketika negara membutuhkan.
Sertijab tersebut sekaligus menjadi gambaran kuat bahwa TNI dan Polri bukan dua kekuatan yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya adalah bagian penting dari benteng pertahanan keamanan negara yang harus terus berdiri dalam satu irama.
Di tengah berbagai tantangan keamanan dan dinamika masyarakat, komunikasi dan koordinasi menjadi kekuatan. Kebersamaan menjadi fondasi. Dan sinergitas menjadi senjata penting untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman.
Kehadiran jajaran Satbrimob Polda Sumut menjadi simbol bahwa hubungan TNI-Polri di Sumatera Utara terus dirawat dan diperkuat.
Bukan hanya bertemu di meja seremoni.
Bukan hanya berdiri dalam satu barisan.
Tetapi bersatu ketika menghadapi persoalan, saling menguatkan ketika menjalankan tugas, dan berdiri paling depan ketika kepentingan masyarakat serta negara membutuhkan pengabdian.
Turut hadir Danrem 022, Danbrigif 7, Wakil Ketua DPRD Sumut, Wakil Ketua DPRD Aceh Tamiang, Kasrem 002, Danden Bekang, Dandenpom 1, Danden Kes, Kasi Log Korem 002, Danden Pal 1, serta Danyon 100.
Momentum tersebut meninggalkan pesan yang dalam.
Satu komandan boleh berganti. Satu jabatan boleh berpindah. Tetapi sumpah pengabdian kepada bangsa tidak pernah berganti.
Jejak kepemimpinan lama menjadi sejarah.
Kepemimpinan baru menjadi harapan.
Dan di antara keduanya terdapat satu benang merah yang tidak boleh putus: pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebab ketika seragam dikenakan, yang dipertaruhkan bukan sekadar nama dan jabatan.
Yang dipertaruhkan adalah kehormatan institusi, keselamatan masyarakat, dan amanah negara.
Hari ini tongkat komando berpindah tangan.
Tetapi api pengabdian harus tetap menyala.
TNI-Polri bersinergi untuk negeri. Berdiri bersama untuk rakyat, menjaga keamanan, mempertahankan kedaulatan, dan memastikan Merah Putih tetap berkibar di bumi Indonesia.
Indra/humas













