DELISERDANG – Tidak semua anak melangkah ke sekolah dengan hati yang sepenuhnya tenang. Di balik seragam yang mereka kenakan, tersimpan beragam cerita tentang perjuangan keluarga, keterbatasan ekonomi, serta mimpi besar yang terus mereka peluk, meski jalan menuju masa depan tidak selalu mudah.
Bagi sebagian anak, pendidikan bukan sekadar duduk di ruang kelas, membuka buku, dan mengerjakan tugas. Pendidikan adalah harapan orang tua yang ingin melihat anaknya hidup lebih baik. Pendidikan adalah perjuangan yang terkadang harus dibayar dengan pengorbanan. Dan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan, setiap bantuan yang datang dapat menjadi alasan untuk kembali menguatkan langkah.
Di tengah perjuangan itulah, PT Permata Hijau Palm Oleo (PHPO) KIM menghadirkan kepedulian melalui penyaluran beasiswa kepada enam siswa dan siswi SMKN 1 Lubukpakam, Jalan Galang, Tanjung Garbus Satu, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (14/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Permata Cerdas periode kedua tahun 2026, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan sawit tersebut kembali menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun masa depan generasi muda.
Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Pimpinan Area Pabrik PT PHPO KIM, Cahaya Sembiring, disaksikan Kepala SMKN 1 Lubukpakam, Rahimah, Penata Layanan Operasional Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sumatera Utara, Abdul Razak, serta para guru dan orang tua siswa.
Momen tersebut bukan semata-mata tentang penyerahan bantuan. Ada harapan yang ingin dititipkan, ada semangat yang ingin dikuatkan, dan ada pesan bahwa anak-anak yang sedang berjuang menuntut ilmu tidak boleh kehilangan keyakinan terhadap masa depan mereka.
Sebab, di balik setiap anak yang berangkat ke sekolah, mungkin ada orang tua yang diam-diam menghitung pengeluaran, mengatur kebutuhan rumah tangga, dan menyimpan kecemasan tentang biaya pendidikan. Namun, di tengah segala keterbatasan itu, mereka tetap berusaha agar anak-anaknya tidak kehilangan kesempatan untuk bermimpi.
Kepedulian seperti inilah yang membuat beasiswa memiliki arti lebih dalam daripada sekadar bantuan materi. Ia dapat menjadi penguat bagi seorang anak untuk terus belajar, menjadi penghibur bagi keluarga yang sedang berjuang, sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan mereka masih menyimpan banyak kemungkinan.
Pimpinan Area Pabrik PT PHPO KIM, Cahaya Sembiring, mengatakan bahwa program Permata Cerdas merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan, sekaligus dorongan agar para siswa semakin bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Ia menjelaskan, penerima beasiswa tidak hanya berasal dari kalangan siswa berprestasi, tetapi juga diprioritaskan bagi pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk berkembang dan meraih cita-cita. Kondisi ekonomi keluarga semestinya tidak memadamkan semangat seorang pelajar untuk menempuh pendidikan dan membangun masa depannya.
“Semoga bantuan ini memberikan kebanggaan dan semangat bagi siswa-siswi yang menerimanya. Kami berharap mereka semakin giat belajar, terus meningkatkan prestasi, dan tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-cita,” ujar Cahaya.
Ia juga berpesan kepada para siswa yang belum memperoleh beasiswa agar tidak berkecil hati. Kesempatan untuk meraih dukungan pada masa mendatang tetap terbuka, selama semangat belajar dan usaha terus dijaga.
“Bagi yang belum mendapatkan beasiswa, jangan patah semangat. Teruslah belajar dan berprestasi. Semoga pada tahun berikutnya semakin banyak siswa yang berkesempatan menerima bantuan ini,” tuturnya.
Cahaya berharap PT PHPO KIM terus berkembang sehingga dapat memperluas kontribusinya bagi masyarakat melalui berbagai program CSR, mulai dari bidang pendidikan, lingkungan, sosial, ekonomi, hingga kesehatan.
Harapan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk tidak hanya bertumbuh dalam kegiatan usaha, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat di sekitarnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Lubukpakam, Rahimah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PHPO KIM atas perhatian yang diberikan melalui program CSR Permata Cerdas.
Baginya, dukungan terhadap pendidikan merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti, terutama ketika bantuan tersebut hadir untuk mendukung kebutuhan siswa dan mendorong mereka agar terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik.
“Bantuan yang diberikan sangat berguna bagi siswa-siswi kami. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelajar yang memperoleh manfaat. Kami juga mendoakan agar PT Permata Hijau Palm Oleo KIM II semakin maju dan berkembang ke depannya,” ungkap Rahimah.
Ketika Kepedulian Menjadi Cahaya bagi Masa Depan
Pada akhirnya, nilai sebuah beasiswa tidak hanya terletak pada jumlah bantuan yang diserahkan, tetapi juga pada harapan yang tumbuh setelahnya.
Mungkin bagi sebagian orang, bantuan itu terlihat sederhana. Namun, bagi seorang pelajar yang sedang berjuang, perhatian tersebut dapat menjadi penyemangat untuk kembali membuka buku, melangkah ke sekolah dengan lebih percaya diri, dan meyakini bahwa cita-cita yang selama ini diperjuangkan masih mungkin diraih.
Bagi orang tua, dukungan semacam ini menjadi pengingat bahwa perjuangan mereka dalam menyekolahkan anak-anaknya tidak berjalan sendirian. Ada kepedulian yang hadir, ada tangan yang terulur, dan ada harapan yang ikut dijaga.
PT PHPO KIM melalui Permata Cerdas telah mengambil bagian dalam perjalanan enam siswa SMKN 1 Lubukpakam. Sebuah langkah yang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan terus tumbuh menjadi kepedulian berkelanjutan terhadap pendidikan.
Sebab, masa depan bangsa tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung yang menjulang atau besarnya keuntungan perusahaan, tetapi juga oleh anak-anak yang diberi kesempatan untuk belajar, keluarga yang dikuatkan harapannya, dan kepedulian yang membuat mereka berani bermimpi lebih tinggi.
Hari ini, bantuan itu mungkin hanya menjadi satu bagian kecil dari perjalanan mereka. Namun, siapa tahu, dari kesempatan yang diberikan hari ini, kelak lahir generasi yang mampu mengubah kehidupan keluarganya, mengabdi kepada masyarakat, dan memberikan arti bagi bangsa.
Dan ketika hari itu tiba, kepedulian yang pernah mereka terima akan menjadi bagian dari cerita tentang bagaimana sebuah harapan dijaga agar tidak pernah padam.
Indra/humas













