Enam Bulan Keadilan Seolah Membisu! Ibu Hamil Diduga Ditendang hingga Berdarah, Suami Mengadu kepada Kapolres Belawan: Apa Kami Diabaikan karena Miskin?

- Penulis

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN — Enam bulan bukanlah waktu yang singkat untuk menunggu keadilan. Bagi Nurjanah (24), alias Inur, setiap hari yang berlalu justru menjadi pengingat pahit atas peristiwa yang diduga merenggut rasa aman dirinya ketika tengah mengandung enam bulan. Di saat seorang ibu seharusnya dijaga dan dilindungi, ia mengaku mengalami kekerasan yang membuatnya terjatuh, pingsan, hingga mengeluarkan darah dari kemaluannya.

Namun, setelah laporan dilayangkan ke Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan, Nurjanah dan suaminya, Suriyadi, mengaku masih menanti kepastian hukum. Penantian itu kini berubah menjadi kegelisahan, sekaligus melahirkan pertanyaan yang menyayat hati: sampai kapan mereka harus menunggu agar laporan mereka mendapatkan kejelasan?

Peristiwa memilukan itu disebut bermula ketika Nurjanah mendatangi rumah seseorang yang dikenal sebagai Minah, menyusul persoalan mengenai orang tuanya yang dituduh melakukan pencurian. Dalam kunjungan tersebut, korban mengaku tiba-tiba merasakan hantaman keras di bagian pinggangnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hantaman itu, menurut pengakuan korban, diduga berasal dari tendangan seorang pria bernama Raihan (26), warga Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan.

Akibat kejadian tersebut, Nurjanah terjatuh dan kehilangan kesadaran. Situasi semakin mencekam ketika darah keluar dari kemaluannya. Di tengah kondisi kehamilan enam bulan, ancaman terhadap keselamatan dirinya dan kandungannya menjadi ketakutan yang tak mudah dilupakan.

Korban kemudian dilarikan ke RS Bahtiar Djafar. Karena kondisi kesehatannya memerlukan penanganan lebih lanjut, ia selanjutnya dibawa ke RS Wulan Windi, sebelum akhirnya dirujuk kembali ke RS Delima Labuhan.

Di balik perjalanan mencari pertolongan medis itu, tersimpan kecemasan seorang ibu yang berjuang menghadapi keadaan darurat, serta seorang suami yang hanya berharap istri dan calon anaknya mendapatkan keselamatan.

Tetapi persoalan tidak berhenti pada luka yang dialami. Setelah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut, keluarga korban kini mempertanyakan perkembangan penanganan perkara yang mereka nilai belum memberikan kepastian.

Suami Korban Menjerit, Meminta Keadilan kepada Kapolres

Dengan nada kecewa, Suriyadi menyampaikan harapannya kepada Kapolres Pelabuhan Belawan agar laporan istrinya tidak dibiarkan tanpa kejelasan.

“Bapak Kapolres! Apa betul karena kami orang miskin sehingga kasus kami diendapkan?” ujar Suriyadi kepada wartawan.

Kalimat itu bukan sekadar keluhan seorang suami. Di balik pertanyaan tersebut, tersimpan kegelisahan keluarga sederhana yang merasa harus berjuang lebih keras hanya untuk memperoleh kepastian atas laporan yang telah mereka sampaikan.

Mereka tidak meminta keistimewaan. Mereka hanya berharap laporan mereka diperiksa secara profesional, dugaan tindak pidana ditangani sesuai prosedur, dan perkembangan perkara disampaikan secara transparan.

Baca Juga:  Prof Dr Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Tindak Tegas Kadis DLH Bekasi, Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan Jadi Sorotan

Sebab, di hadapan hukum, kemiskinan semestinya tidak membuat suara seseorang menjadi lebih kecil. Keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan siapa pun kehilangan hak untuk memperoleh pelayanan dan perlindungan hukum yang setara.

Jangan Biarkan Penantian Berubah Menjadi Ketidakpercayaan

Penegakan hukum yang berkeadilan, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan wewenang merupakan prinsip penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Prinsip tersebut harus tercermin bukan hanya dalam pernyataan dan program kerja, melainkan juga dalam pelayanan nyata terhadap masyarakat yang datang mencari perlindungan.

Karena itu, keluarga Nurjanah berharap Kapolres Pelabuhan Belawan memberikan perhatian terhadap laporan tersebut, memastikan proses penanganannya berjalan sesuai ketentuan, serta menjelaskan perkembangan perkara kepada pihak korban.

Apabila penyelidikan masih berlangsung, keluarga korban berhak mendapatkan penjelasan mengenai tahapan penanganan sesuai aturan yang berlaku. Apabila terdapat kendala, penjelasan yang terbuka akan jauh lebih menenangkan daripada membiarkan korban terus bertanya-tanya.

Sebab, keadilan bukan hanya tentang siapa yang akhirnya dinyatakan bersalah atau tidak bersalah. Keadilan juga tentang bagaimana setiap laporan diterima, setiap dugaan diperiksa, dan setiap warga diperlakukan dengan martabat yang sama.

Konfirmasi Belum Mendapatkan Jawaban

Dalam upaya memenuhi prinsip keberimbangan, wartawan telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, melalui Kanit Pidana Umum, Iptu Marcelino Damanik.

Namun, hingga berita ini disusun, pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui layanan WhatsApp, meski telah menunjukkan tanda terkirim dan terbaca, belum memperoleh balasan.

Redaksi tetap membuka ruang bagi Polres Pelabuhan Belawan untuk memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan penanganan laporan tersebut. Keterangan dari pihak kepolisian penting agar persoalan ini dapat diketahui secara utuh dan pemberitaan tetap berimbang.

Kini, Nurjanah dan Suriyadi hanya berharap satu hal: jangan biarkan waktu terus berjalan sementara kepastian hukum tak kunjung datang.

Di balik laporan itu ada seorang perempuan yang mengaku mengalami kekerasan ketika mengandung, ada seorang suami yang menyimpan kegelisahan, dan ada sebuah keluarga yang menanti jawaban dari institusi yang mereka percaya dapat memberikan perlindungan.

Enam bulan telah berlalu. Pertanyaannya kini bukan semata-mata siapa yang benar dan siapa yang salah, melainkan apakah laporan keluarga kecil ini telah memperoleh penanganan yang semestinya. Sebab, bagi masyarakat kecil, keadilan yang tak kunjung mendapat kepastian dapat terasa seperti pintu yang terus tertutup, meski berkali-kali diketuk dengan harapan.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan
PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SEMATKAN GELAR CFLE KE-2.500 KEPADA AHMAD HUSEIN BATU BARA, AMANAH BARU UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN
BNCT Buka Jalan Kolaborasi Logistik Indonesia–Malaysia, Pelabuhan Belawan Bidik Peluang Pasar Regional
Ketum Relawan Tegak Lurus Prabowo Arse Pane Ucapkan Selamat atas Pelantikan Hj. Lilis Tutilaswati Suganda sebagai Bendahara PDBI DKI Jakarta
Peduli Kesehatan Warga, PT PHPO KIM II Gelar Fogging Gratis di Mabar Hilir dan Saentis
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:25 WIB

SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:21 WIB

SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:59 WIB

PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SEMATKAN GELAR CFLE KE-2.500 KEPADA AHMAD HUSEIN BATU BARA, AMANAH BARU UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

Berita Terbaru