Tapanuli Utara — Di tengah keterbatasan yang dirasakan warga Desa Purbasinomba, Kecamatan Siborongborong, secercah harapan kembali dibangun. Personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara turun langsung memperbaiki Jembatan Gotting—akses vital yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, Senin (4/5/2026).
Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah. Ia adalah jalan bagi anak-anak menuju sekolah, jalur petani membawa hasil bumi, hingga akses utama bagi aktivitas sosial sehari-hari. Ketika jembatan ini rusak, seolah denyut kehidupan desa ikut tersendat.
Dipimpin Danton III Kompi 1 Batalyon C, Ipda Erbet Simanjuntak, para personel hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan denyut kehidupan desa. Sebelum memulai pekerjaan, mereka berkoordinasi dengan kepala desa dan pihak Pekerjaan Umum, memastikan setiap langkah yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan penuh semangat dan kebersamaan, perbaikan dilakukan secara bertahap—membersihkan area sekitar, membuat saluran air agar jembatan tidak lagi tergerus, hingga menyusun rangka besi sebagai penopang kekuatan. Keringat yang jatuh di tanah desa itu menjadi saksi kepedulian yang tak sekadar tugas, tetapi panggilan kemanusiaan.
Tak hanya membangun jembatan, para personel juga membangun kedekatan. Mereka menyapa warga, mendengar cerita, dan merasakan langsung harapan yang tersimpan di balik senyum sederhana masyarakat.
“Kami ingin kehadiran kami benar-benar dirasakan. Ini bukan hanya tentang memperbaiki jembatan, tapi tentang menghadirkan rasa aman dan harapan bagi masyarakat,” ujar Ipda Erbet dengan penuh ketulusan.
Perbaikan Jembatan Gotting ini diharapkan bukan hanya memperlancar akses, tetapi juga menghidupkan kembali semangat warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dari jembatan inilah, harapan-harapan kecil kembali disatukan—menuju kehidupan yang lebih baik.
Melalui langkah sederhana namun penuh makna ini, Brimob Sumut menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu tentang senjata dan penegakan hukum, tetapi juga tentang hadir, peduli, dan menjadi bagian dari denyut kehidupan rakyat.
Indra/humas













