Kartini Tak Pernah Pergi: Perempuan Pelindo Menyalakan Terang di Tengah Deru Pelabuhan

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, 21 April 2026 – Di antara denting besi, deru kapal, dan langkah-langkah yang tak pernah berhenti di pelabuhan, ada kisah-kisah sunyi yang jarang terdengar—kisah tentang perempuan-perempuan yang memilih tetap kuat, meski lelah tak selalu terlihat.

Hari Kartini hadir bukan sekadar penanda waktu. Ia adalah bisikan sejarah yang tak pernah benar-benar pergi—tentang gelap yang pernah begitu pekat, dan tentang cahaya yang diperjuangkan dengan air mata, harapan, dan keberanian.

Di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1, semangat R.A. Kartini seolah hidup dalam langkah-langkah perempuan masa kini. Mereka yang dulu mungkin diragukan, kini justru berdiri tegak—mengambil peran, memikul tanggung jawab, dan perlahan mengubah wajah dunia maritim yang keras menjadi lebih manusiawi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang”, makna itu tak lagi sekadar kata-kata. Ia menjadi perjalanan. Menjadi luka yang sembuh. Menjadi mimpi yang akhirnya menemukan jalannya.

Baca Juga:  “Kapolres Pelabuhan Belawan Tegas Memburu Pelaku: Semua Terlibat Akan Diproses Hukum”

Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, mengingatkan bahwa peringatan ini bukan hanya tentang mengenang sosok Kartini, tetapi tentang melanjutkan nyala yang pernah beliau titipkan. Bahwa perempuan hari ini bukan lagi penonton, melainkan penggerak yang menentukan arah.

Manajer Hukum dan Humas, Fadillah Haryono, pun menyampaikan dengan nada yang sarat makna, bahwa semangat itu tak pernah padam.

“Dari beliau, kita belajar bahwa harapan tidak pernah benar-benar hilang. Bahwa perempuan punya hak yang sama untuk bermimpi, bahkan ketika dunia belum sepenuhnya memberi ruang. Dan hari ini, kita menyaksikan—perlahan, mimpi itu menjadi nyata,” ujarnya.

Di balik kerasnya dunia logistik, ada keteguhan hati yang tak tergantikan. Ada ketelitian, kesabaran, dan empati—hal-hal yang tak selalu terlihat, namun justru menjadi kekuatan yang menjaga semuanya tetap berjalan.

Pelindo Regional 1 percaya, ketika perempuan diberi kesempatan, mereka tidak hanya tumbuh—mereka menguatkan. Mereka tidak hanya hadir—mereka memberi arti.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Samosir Diselimuti Keresahan, Dugaan Togel dan Gelper Diduga Kian Terbuka”
“Wali Kota Medan Didesak Bertindak, Warga Teriak Akses Jalan dan Fasilitas Publik Tertutup PKL”
“Kapolres Pelabuhan Belawan Tegas Memburu Pelaku: Semua Terlibat Akan Diproses Hukum”
“Sunyi yang Dinanti: Manunggal Lepas dari Bayang-Bayang Judi”
Disayat Saat Pertahankan Miliknya, Warga Sergai Jadi Korban Begal di Tengah Jalan
Layanan Jemput Bola Efektif, 44 Permohonan Paspor Tuntas di Pujakesuma
Masjid Diratakan, Air Mata Warga Tumpah: Padang Halaban Membara
“Tak Bisa Diintervensi!” Redaksi Tegas di Tengah Ultimatum Notaris
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 05:07 WIB

“Samosir Diselimuti Keresahan, Dugaan Togel dan Gelper Diduga Kian Terbuka”

Kamis, 23 April 2026 - 03:02 WIB

“Wali Kota Medan Didesak Bertindak, Warga Teriak Akses Jalan dan Fasilitas Publik Tertutup PKL”

Kamis, 23 April 2026 - 02:35 WIB

“Kapolres Pelabuhan Belawan Tegas Memburu Pelaku: Semua Terlibat Akan Diproses Hukum”

Rabu, 22 April 2026 - 13:28 WIB

“Sunyi yang Dinanti: Manunggal Lepas dari Bayang-Bayang Judi”

Rabu, 22 April 2026 - 09:48 WIB

Disayat Saat Pertahankan Miliknya, Warga Sergai Jadi Korban Begal di Tengah Jalan

Berita Terbaru

Uncategorized

“Sunyi yang Dinanti: Manunggal Lepas dari Bayang-Bayang Judi”

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:28 WIB