Aceh Singkil Raya — Aspirasi besar kembali menggema dari wilayah barat selatan Aceh. Pakar hukum internasional Prof. Dr. Sutan Nasomal menyampaikan harapan kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar mengabulkan aspirasi masyarakat dan kader partai politik di Kabupaten Aceh Singkil serta Kota Subulussalam untuk dijadikan satu daerah pemilihan (dapil).
Menurut Prof Sutan Nasomal, langkah tersebut diyakini akan mempermudah mobilitas politik masyarakat, menghimpun kekuatan pendukung calon legislatif, sekaligus memperkuat
keterwakilan aspirasi rakyat di tingkat legislatif pada Pemilu 2029 mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya harapkan kepada Bapak Haji Prabowo Subianto agar memerintahkan Mendagri bersama KPU, DPR RI, MPR RI dan DPD RI untuk bersama-sama merumuskan kebijakan yang memudahkan para calon legislatif di Provinsi Aceh, khususnya Aceh Singkil dan Kota Subulussalam, agar dijadikan satu dapil,” ujar Prof Sutan Nasomal di Markas Pusat Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, kawasan Cijantung, Jumat (23/5/2026) melalui sambungan telepon seluler.
Aspirasi tersebut menguat dalam kegiatan Forum Independent Peduli (FIP) yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026, ba’da Dzuhur di Mak Tuan Cafe. Forum dipimpin oleh Budi Hendrawan, Maksum Malau, dan Wajir Antoro, serta dihadiri berbagai unsur masyarakat mulai dari tokoh partai politik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh pemerintahan hingga kalangan cendekiawan.
Suasana forum berlangsung penuh semangat perjuangan. Seluruh peserta yang hadir disebut sepakat mendukung perjuangan menjadikan Aceh Singkil dan Subulussalam sebagai satu dapil demi memperkuat kekuatan politik daerah.
Tokoh pemerhati Aceh Singkil, H. Wahidin, dalam forum tersebut menegaskan bahwa setiap perjuangan besar membutuhkan pengorbanan, baik tenaga, waktu maupun pemikiran.
“Perjuangan itu tidak pernah mudah. Saya sendiri pernah ikut memperjuangkan pemekaran Aceh Singkil hingga berdirinya Kota Subulussalam. Semua butuh pengorbanan dan kekompakan,” ungkap Wahidin penuh harap.
Sementara itu, penggiat solidaritas masyarakat dan petani, Hitler Tumangger, membakar semangat peserta diskusi dengan menegaskan bahwa kesungguhan masyarakat akan menjadi kunci utama
keberhasilan perjuangan politik tersebut menuju 2029.
Tak hanya itu, narasumber forum, Ustadz Dzakirun Pohan S.Ag, turut memberikan pemaparan terkait regulasi dan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi politik kepada KIP Aceh Singkil hingga KPU Pusat.
Penggagas forum, Budi Hendrawan, menyatakan dirinya siap mengawal penuh hasil kesepakatan forum hingga cita-cita masyarakat benar-benar terwujud.
“Saya akan melanjutkan hasil kesepakatan forum ini sampai sukses. Ini perjuangan masyarakat banyak, dan kami berharap dukungan seluruh elemen termasuk rekan-rekan media untuk terus mem-booming-kan perjuangan baik ini,” tegas Budi penuh semangat.
Menjelang waktu Maghrib, forum ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan tekad kuat masyarakat Aceh Singkil dan Subulussalam dalam memperjuangkan aspirasi politik mereka menuju masa depan yang lebih kuat dan terwakili.
Red













