GMOCT Beberkan Versi Berbeda Kasus Wolter Monginsidi, Sebut NS dan Rekannya Justru Diserang Lebih Dulu

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 02:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, 4 Juni 2026 – Organisasi Gerakan Masyarakat Optimis Cerdas Transparan (GMOCT) menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pengeroyokan yang terjadi di Jalan Wolter Monginsidi, wilayah hukum Polsek Pedurungan, Kota Semarang, pada 9 Maret 2026 lalu.

Menurut GMOCT, informasi yang berkembang di sejumlah pemberitaan dinilai belum sepenuhnya menggambarkan fakta yang terjadi di lapangan. Organisasi tersebut mengaku telah melakukan penelusuran dan menghimpun keterangan dari sejumlah saksi untuk mengawal proses hukum agar berjalan secara objektif dan berkeadilan.

Dalam keterangannya, GMOCT menyebut bahwa saat kejadian, NS bersama FS dan P sedang berada di lokasi untuk mencuci mobil dan sepeda motor. Ketiganya diklaim tidak sedang terlibat persoalan maupun aktivitas yang berpotensi memicu keributan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menurut versi GMOCT, situasi berubah ketika MS yang dalam perkara ini berstatus pelapor datang bersama dua rekannya ke lokasi tersebut.

“GMOCT memperoleh keterangan bahwa pihak pelapor yang datang ke lokasi tempat NS dan rekan-rekannya berada. Dari keterangan yang dihimpun, diduga terjadi perselisihan yang kemudian berkembang menjadi kontak fisik,” tulis GMOCT dalam keterangannya.

Organisasi tersebut juga mempertanyakan penerapan pasal pengeroyokan dalam perkara yang sedang ditangani penyidik. Menurut GMOCT, berdasarkan informasi yang mereka peroleh, jumlah orang yang terlibat dari kedua belah pihak sama-sama berjumlah tiga orang.

Karena itu, GMOCT menilai perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut terhadap unsur-unsur hukum yang mendasari penerapan pasal tersebut.

Selain itu, GMOCT membantah adanya dugaan bahwa P melakukan tindakan pitingan terhadap pelapor. Berdasarkan keterangan yang mereka himpun, P disebut justru berupaya melerai dan mencegah pertikaian semakin meluas.

Baca Juga:  Berburu Narkoba di Pulau Buru: Jalur Laut Dijadikan “Pintu Gelap”, Ribuan Pil Ekstasi dan Sabu Gagal Dikirim ke Jambi

Terkait kondisi korban, GMOCT menyebut luka yang dialami merupakan luka memar dan tidak mengakibatkan cacat tetap maupun kondisi yang mengancam nyawa. Meski demikian, penilaian mengenai tingkat luka tetap menjadi kewenangan penyidik berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang sah.

GMOCT juga menyoroti penahanan terhadap NS. Menurut organisasi tersebut, NS selama ini dinilai kooperatif dan tidak pernah berupaya melarikan diri. Oleh karena itu, mereka meminta agar penyidik mempertimbangkan kembali status penahanan yang dikenakan.

Atas perkembangan perkara tersebut, GMOCT mendesak agar proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Kami berharap seluruh fakta yang ada dapat diuji secara objektif dalam proses hukum sehingga tidak ada pihak yang dirugikan oleh informasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh,” ujar perwakilan GMOCT.

Hingga berita ini ditulis, pihak penyidik maupun pihak pelapor belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan yang disampaikan GMOCT tersebut.

Kasus ini masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum, dan seluruh pihak tetap memiliki hak yang sama untuk menyampaikan keterangan serta pembelaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Versi ini lebih sesuai dengan kaidah jurnalistik karena menggunakan atribusi yang jelas (“menurut GMOCT”, “berdasarkan keterangan yang dihimpun”), menghindari penghakiman, dan tetap menjaga prinsip keberimbangan berita.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!
Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis
Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 09:58 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!

Minggu, 1 November 2026 - 08:58 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru