Tapanuli Selatan – Di balik deretan hunian yang kini menjadi tempat berteduh para korban banjir dan longsor Batang Toru, tersimpan kisah perjuangan, kehilangan, dan harapan yang perlahan dibangun kembali. Saat sebagian warga masih berupaya menghapus trauma akibat bencana yang merenggut ketenangan mereka, hadir sosok-sosok berseragam yang setia menjaga, menguatkan, dan memastikan mereka tidak berjalan sendiri.
Personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut melaksanakan patroli kamtibmas di kawasan hunian tetap (Huntap) dan hunian sementara (Huntara) yang berada di Desa Garoga, Hapesong Lama, dan Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Bukan sekadar patroli keamanan biasa. Langkah kaki para personel Brimob yang menyusuri lorong-lorong hunian warga membawa pesan kemanusiaan yang begitu dalam. Mereka hadir bukan hanya untuk menjaga lingkungan tetap aman, tetapi juga untuk menghadirkan ketenangan bagi hati-hati yang pernah diguncang ketakutan saat bencana datang tanpa ampun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di bawah arahan Komandan Kompi 1 Batalyon C Pelopor AKP Antanius Tarigan, S.H., M.H., patroli dipimpin Wadanki 1 Batalyon C Pelopor IPTU Erwinsyah P. Siregar, S.H. bersama personel yang menyapa warga satu per satu. Senyum, sapaan hangat, dan dialog sederhana menjadi obat yang perlahan menghapus rasa cemas yang masih tersisa di benak masyarakat.
Bagi sebagian warga, suara kendaraan patroli dan kehadiran anggota Brimob di sekitar hunian bukan lagi sekadar simbol keamanan. Kehadiran mereka menjadi tanda bahwa negara masih ada, masih peduli, dan masih berdiri bersama masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari cobaan berat.
Anak-anak yang bermain di halaman hunian, para orang tua yang mulai menata kehidupan baru, hingga lansia yang masih menyimpan kenangan pahit saat bencana menerjang, kini dapat menjalani hari-hari mereka dengan lebih tenang. Di tengah keterbatasan dan proses pemulihan yang belum sepenuhnya usai, rasa aman menjadi kebutuhan yang tak ternilai.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, menegaskan bahwa pengabdian Brimob kepada masyarakat tidak berakhir saat masa tanggap darurat selesai.
“Brimob tidak hanya hadir saat bencana terjadi. Kami juga hadir untuk mengawal proses pemulihan, memastikan masyarakat dapat kembali menata kehidupannya dengan rasa aman dan nyaman. Keselamatan dan ketenangan warga adalah tanggung jawab yang terus kami jaga,” ungkapnya.
Hasil patroli menunjukkan situasi di seluruh kawasan Huntap dan Huntara tetap aman, tertib, dan kondusif. Namun lebih dari itu, kegiatan ini meninggalkan pesan yang jauh lebih bermakna: bahwa di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh, masih ada tangan-tangan yang siap menjaga dan menguatkan.
Karena sejatinya, setelah bencana berlalu, yang paling dibutuhkan masyarakat bukan hanya rumah untuk berteduh, tetapi juga rasa aman untuk kembali bermimpi. Dan di Batang Toru, kehadiran Brimob Sumut menjadi bagian dari harapan yang terus menyala, menjaga setiap langkah warga menuju kehidupan yang lebih baik.













