Prof Sutan Nasomal: Presiden RI Harus Sadar, Hak Hidup dan Mati Bangsa Sedang Dijadikan “Judi” Elit Global

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta ~ Dunia sedang berada di persimpangan yang mengkhawatirkan. Dentuman perang, ketegangan geopolitik, krisis ekonomi, hingga perebutan sumber daya alam dunia kini bukan lagi sekadar tontonan politik internasional, melainkan ancaman nyata yang dapat menentukan nasib hidup dan mati jutaan manusia.

Di tengah suhu politik global yang terus memanas, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, melontarkan peringatan keras kepada para pemimpin dunia, termasuk Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, rakyat dunia saat ini sedang menjadi korban dari pertaruhan besar para elit global yang haus kekuasaan dan kendali ekonomi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang sedang terjadi bukan sekadar perang antarnegara. Ini adalah perjudian raksasa para elit global yang mempertaruhkan harga minyak, sumber daya alam, stabilitas ekonomi, bahkan masa depan umat manusia,” tegas Prof. Sutan kepada media.

Menurutnya, lahir dan menguatnya blok ekonomi BRICS telah mengubah peta kekuatan dunia. Kehadiran kekuatan baru yang dimotori oleh China, Rusia, India, dan negara-negara berkembang lainnya disebut telah mengguncang dominasi ekonomi Barat yang selama puluhan tahun mengendalikan pasar global.

Prof. Sutan menilai, kemajuan pesat China dalam bidang teknologi, industri, perdagangan, dan investasi telah menciptakan ketakutan baru bagi negara-negara besar yang selama ini menikmati posisi dominan dalam percaturan ekonomi dunia.

“China bukan lagi sekadar pesaing. Hari ini China telah menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menembus seluruh lapisan pasar dunia. Dari teknologi sederhana hingga industri bernilai triliunan dolar, mereka hadir dan memenangkan persaingan. Kondisi inilah yang membuat suhu politik global semakin panas,” ujarnya.

Lebih jauh, Prof. Sutan menilai konflik yang terus berkobar di berbagai kawasan sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari perebutan sumber energi dunia. Kawasan Timur Tengah, Persia, Afrika, hingga sebagian Asia disebutnya sedang menjadi arena pertarungan kepentingan ekonomi global yang sangat brutal.

Baca Juga:  BRMP Babel Perkuat Kolaborasi Dengan Pemkab Beltim Dukung Swasembada Pangan

Menurutnya, minyak bumi, gas alam, dan sumber daya strategis lainnya kini menjadi “harta karun” yang diperebutkan berbagai kekuatan besar dunia. Akibatnya, perang dan konflik terus bermunculan dengan dalih yang beragam.

“Di balik narasi demokrasi, keamanan, atau perdamaian, yang dipertaruhkan sesungguhnya adalah penguasaan sumber daya alam dunia. Yang menjadi korban adalah rakyat kecil, sementara para elit global menghitung keuntungan dari setiap krisis yang terjadi,” katanya.

Prof. Sutan bahkan mengingatkan bahwa eskalasi konflik internasional saat ini dapat menyeret dunia ke dalam ketidakpastian yang lebih besar apabila tidak segera dikendalikan.

Ia menilai Indonesia harus mengambil sikap yang cermat, bijaksana, dan mengutamakan kepentingan nasional di tengah pertarungan raksasa antarblok kekuatan dunia tersebut.

“Jangan sampai Indonesia terseret menjadi pion dalam permainan para raksasa dunia. Ketika para gajah bertarung dan berjudi memperebutkan kekuasaan, rumput di bawahnya yang akan hancur. Dan rumput itu adalah rakyat,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Prof. Sutan juga mengingatkan Presiden Republik Indonesia agar lebih fokus memperkuat ketahanan ekonomi nasional, menjaga kedaulatan sumber daya alam, serta memastikan kesejahteraan rakyat di tengah ancaman gejolak global yang semakin tidak menentu.

“Gunakan kekayaan alam Indonesia untuk memperkuat bangsa sendiri. Jangan ikut larut dalam permainan para elit global yang sedang mempertaruhkan masa depan dunia. Sejarah telah membuktikan, ketika keserakahan mengalahkan akal sehat, yang lahir adalah penderitaan umat manusia,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Prof. Sutan menyampaikan pesan yang sarat peringatan. Menurutnya, ancaman terbesar bagi sebuah negara bukan hanya datang dari luar, melainkan ketika rakyat mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemimpinnya.

“Perang bisa menghancurkan gedung, tetapi hilangnya kepercayaan rakyat dapat menghancurkan sebuah bangsa. Karena itu, pemimpin harus berdiri bersama rakyat, bukan menjadi bagian dari permainan para elit yang sedang mempertaruhkan nasib dunia,” pungkasnya.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan
PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SEMATKAN GELAR CFLE KE-2.500 KEPADA AHMAD HUSEIN BATU BARA, AMANAH BARU UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN
BNCT Buka Jalan Kolaborasi Logistik Indonesia–Malaysia, Pelabuhan Belawan Bidik Peluang Pasar Regional
Ketum Relawan Tegak Lurus Prabowo Arse Pane Ucapkan Selamat atas Pelantikan Hj. Lilis Tutilaswati Suganda sebagai Bendahara PDBI DKI Jakarta
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:25 WIB

SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:21 WIB

SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan

Berita Terbaru