Butir Keringat Brimob di Jembatan Gotting, Menjaga Denyut Kehidupan Masyarakat

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapanuli Utara – Di saat sebagian orang beristirahat menjelang senja, sejumlah personel Brimob Polda Sumatera Utara justru memilih berkeringat di bawah langit Desa Pohan Jae, Kecamatan Siborongborong. Dengan tangan yang biasanya sigap menjaga keamanan, kali ini mereka memegang cangkul, mengangkat batu, dan menata tanah demi satu tujuan mulia: memastikan masyarakat tetap memiliki jalan untuk melanjutkan kehidupan.

Selasa sore (16/6/2026), personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut yang tergabung dalam tugas BKO kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada rakyat tidak selalu dilakukan dengan senjata dan seragam tempur. Dipimpin Danton II Kompi 1 Batalyon C Pelopor, IPDA Jun Happy Sihombing, mereka bergotong royong membangun dinding penahan jalan serta menimbun akses di sekitar Jembatan Gotting, urat nadi penghubung masyarakat di kawasan tersebut.

Setiap batu yang disusun bukan sekadar material bangunan. Ia menjadi simbol kepedulian. Setiap tanah yang ditimbun bukan hanya memperkuat badan jalan, tetapi juga memperkuat harapan warga agar aktivitas mereka dapat berjalan tanpa rasa khawatir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jembatan Gotting bukan sekadar bentangan beton yang menghubungkan dua sisi wilayah. Bagi masyarakat, jembatan itu adalah jalan menuju sekolah bagi anak-anak, jalur pengangkut hasil pertanian para petani, serta akses bagi warga untuk mencari nafkah dan menjalin kehidupan sosial. Ketika akses tersebut terancam rusak, yang terancam bukan hanya jalan, melainkan denyut kehidupan masyarakat itu sendiri.

Dengan penuh semangat dan tanpa mengenal lelah, para personel Brimob bekerja bahu-membahu membangun dinding penahan tanah agar tidak mudah longsor diterjang cuaca. Setelah itu, mereka melanjutkan penimbunan badan jalan di sisi seberang jembatan untuk memastikan kendaraan warga dapat melintas dengan aman dan nyaman.

Baca Juga:  “27 Tahun Menanti, Suara Rakyat Aceh Singkil Kini Menggema di Jakarta: Prof. Dr. Sutan Nasomal Dukung Langkah Bupati Perjuangkan Plasma dan HGU untuk Kesejahteraan Warga”

Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian Polri tidak selalu hadir dalam sorotan lampu atau pemberitaan besar. Kadang, pengabdian itu hadir dalam bentuk tangan-tangan yang kotor oleh tanah, pakaian yang basah oleh keringat, dan kerja keras yang dilakukan dengan tulus demi kepentingan masyarakat.

Dilengkapi dengan berbagai perlengkapan pendukung seperti tenda lapangan, helm SAR, pelampung, sepatu boots, hingga kendaraan operasional, para personel tetap mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka. Namun lebih dari itu, yang paling terlihat adalah ketulusan mereka untuk hadir dan membantu ketika masyarakat membutuhkan.

Kehadiran Brimob di Desa Pohan Jae menjadi gambaran nyata bahwa Polri tidak hanya berdiri sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang siap turun langsung membantu menyelesaikan persoalan di lapangan.

Bagi warga sekitar, apa yang dilakukan para personel mungkin terlihat sebagai pembangunan dinding jalan dan penimbunan akses jembatan. Namun sesungguhnya, mereka sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar: rasa aman, harapan, dan keyakinan bahwa negara selalu hadir di tengah masyarakat.

Di balik seragam yang mereka kenakan, tersimpan hati yang tulus untuk mengabdi. Dan di setiap butir keringat yang jatuh di Jembatan Gotting hari itu, terselip doa agar jalan yang mereka bangun dapat menjadi jalan bagi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Tapanuli Utara.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru