GEMA KERAS DARI KEPRI: FRIC DESAK POLRI TURUN TANGAN, KASUS SEKOLAH DJUWITA DINILAI “EXTRAORDINARY CRIME” YANG GUNCANG RASA KEMANUSIAAN

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM || Kasus dugaan perundungan dan kekerasan yang terjadi di lingkungan Sekolah Play Group Djuwita, Kota Batam, kembali memantik gelombang reaksi keras. Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Kepri menyuarakan desakan tegas agar aparat penegak hukum tidak memandang perkara ini sebagai kasus biasa, melainkan sebagai extraordinary crime yang menyentuh nurani dan masa depan anak bangsa.

Di tengah slogan Kota Batam sebagai “Kota Layak Anak”, peristiwa ini justru dinilai menciptakan luka sosial yang dalam, seakan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap sistem perlindungan anak yang selama ini digaungkan.

FRIC menegaskan, jika benar terjadi, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korban secara individu, tetapi juga mengguncang psikologis keluarga, lingkungan sekolah, bahkan mencoreng wajah perlindungan anak di tingkat daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua FRIC Counter Opinion POLRI Kepri, Hendri, menyampaikan peringatan keras agar penanganan kasus tidak boleh berjalan setengah hati.

“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini menyangkut masa depan anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam ruang aman. Negara tidak boleh gagal hadir,” ujarnya dengan nada tegas.

Baca Juga:  Kasdim Mayor Cke Ihsan Hadiri Kenal Pamit Kapolres Belitung Timur

Ia menilai, penanganan kasus ini harus dilakukan dengan langkah luar biasa, mulai dari penyelidikan mendalam hingga pendampingan psikologis yang menyeluruh bagi korban.

“Jika negara lamban, maka luka ini akan tumbuh menjadi trauma panjang. Ini harus diperlakukan sebagai perkara serius yang membutuhkan tindakan cepat dan tegas,” lanjutnya.

FRIC juga mengingatkan bahwa setiap bentuk intervensi dan tekanan dari pihak mana pun tidak boleh mengaburkan proses hukum yang sedang berjalan. Mereka menegaskan bahwa integritas aparat penegak hukum, khususnya Polresta Barelang, menjadi sorotan publik dalam kasus ini.

“Jangan ada ruang bagi intervensi. Hukum harus berdiri tegak tanpa pandang bulu. Ini ujian bagi komitmen Polri dalam melindungi anak bangsa,” tegas Hendri.

Di akhir pernyataannya, FRIC Kepri menyerukan agar negara benar-benar hadir secara penuh dalam melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, dengan penanganan yang cepat, transparan, dan tanpa kompromi.
“Ini bukan hanya kasus hukum. Ini soal nurani bangsa,” tutupnya dengan nada menggetarkan.

Fahmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kendalikan Inflasi, Bupati Beltim Teken MoU dengan Pemprov DKI Jakarta
Pelecehan Berkedok SOP: Wanita Lansia Hingga Anak Digerayangi, Agus Andrianto Desak Segera Copot Kalapas!
Lapangan Hijau Jadi Panggung Persaudaraan! Kapolres Lhokseumawe Kobarkan Semangat Sportivitas, Buktikan Polri Selalu Hadir Bersama Rakyat
Agus Flores: Fast Respon Kini Bergema di Pentas Nasional, Dari Korps Bhayangkara hingga Lingkaran Istana Presiden
ENAM TAHUN MENUNGGU KEPASTIAN! Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Bertindak: “Perintahkan Gubernur Jawa Barat Selesaikan RS Limbangan, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menjadi Korban!”
Prof. Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih, Desak Dugaan Penyebaran Hoaks Soal UKW Diusut Tuntas
Diduga Judi Toto Gelap Masih Berdenyut di Parittiga, Jeritan Warga Kian Nyaring: “Jangan Biarkan Hukum Kalah oleh Perjudian!”
Dari Pelabuhan Mengalir Doa dan Kasih: Pelindo Regional 1 Satukan Langit Harapan Lewat Santunan 100 Anak Yatim Lintas Agama
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 02:02 WIB

Kendalikan Inflasi, Bupati Beltim Teken MoU dengan Pemprov DKI Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:33 WIB

Pelecehan Berkedok SOP: Wanita Lansia Hingga Anak Digerayangi, Agus Andrianto Desak Segera Copot Kalapas!

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:32 WIB

Lapangan Hijau Jadi Panggung Persaudaraan! Kapolres Lhokseumawe Kobarkan Semangat Sportivitas, Buktikan Polri Selalu Hadir Bersama Rakyat

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:12 WIB

Agus Flores: Fast Respon Kini Bergema di Pentas Nasional, Dari Korps Bhayangkara hingga Lingkaran Istana Presiden

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:08 WIB

ENAM TAHUN MENUNGGU KEPASTIAN! Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Bertindak: “Perintahkan Gubernur Jawa Barat Selesaikan RS Limbangan, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menjadi Korban!”

Berita Terbaru