Medan — Di balik riuhnya jalanan Kota Medan dan deru becak bermotor yang setiap hari menghidupi banyak keluarga, ada kepedulian yang tak ingin berhenti hanya pada kata-kata. Jumat, 10 Juli 2026, bertepatan dengan 25 Muharam 1448 Hijriah, DPP SATU BETOR hadir mengetuk pintu Panti Asuhan Al-Kahfi, membawa bantuan sekaligus harapan bagi anak-anak yatim dan piatu.
Kegiatan Jumat Barokah tersebut bukan hanya tentang penyerahan bantuan. Lebih dari itu, kehadiran DPP SATU BETOR menjadi pesan bahwa anak-anak yang tumbuh tanpa pelukan ayah dan ibu tidak boleh berjalan sendiri menghadapi kerasnya kehidupan.
Ketua Umum DPP SATU BETOR, Johan Merdeka, bersama Wakil Ketua Tazmarudin dan Wakil Sekretaris Ahmad Zulham Nasution, menyerahkan langsung bantuan kepada pengurus Yayasan Al-Kahfi di Jalan S.M. Raja, Gang Arifin Nomor 72, Medan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tempat sederhana itu, senyum anak-anak panti menjadi pemandangan yang menyentuh hati. Senyum yang mungkin terlihat biasa, namun menyimpan kisah panjang tentang kehilangan, perjuangan, dan harapan untuk tetap memiliki masa depan.
Johan Merdeka mengatakan, Jumat Barokah merupakan panggilan nurani DPP SATU BETOR untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim dan piatu yang membutuhkan perhatian serta kasih sayang.
“Anak-anak ini adalah amanah bangsa. Mereka mungkin kehilangan sosok ayah dan ibu, tetapi mereka tidak boleh kehilangan harapan. Kami ingin mereka tahu bahwa masih ada saudara-saudara yang peduli, masih ada tangan yang siap menguatkan mereka,” ujar Johan Merdeka.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan 25 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian, sedekah, infak, dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Muharam bukan hanya pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Muharam juga menjadi pengingat bahwa kebaikan harus terus dilanjutkan, bahwa rezeki yang dimiliki tidak boleh berhenti di tangan sendiri, dan bahwa kebahagiaan akan terasa lebih berarti ketika dibagikan kepada mereka yang selama ini menanti perhatian.
Melalui Jumat Barokah di Panti Asuhan Al-Kahfi, DPP SATU BETOR ingin menegaskan bahwa solidaritas bukan sekadar nama organisasi. Solidaritas adalah keberanian untuk hadir ketika ada yang membutuhkan, mengulurkan tangan ketika ada yang sedang berjuang, dan menyalakan harapan ketika kehidupan terasa begitu sunyi bagi anak-anak yang kehilangan tempat bersandar.
Semoga bantuan yang diberikan menjadi berkah, menguatkan langkah anak-anak Panti Asuhan Al-Kahfi, serta menggerakkan lebih banyak hati untuk ikut peduli. Karena bagi anak yatim dan piatu, satu uluran tangan dapat menjadi pengingat bahwa mereka tetap dicintai dan masa depan mereka tetap layak diperjuangkan.
Indra













