MARELAN | Derita warga Lingkungan 01, 02, dan 09 Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, seolah tak pernah berakhir. Jalan yang setiap hari menjadi akses utama masyarakat kini berubah menjadi kubangan berlumpur yang dipenuhi genangan air. Ironisnya, hingga kini belum tampak adanya tanda-tanda perbaikan dari Dinas SDABMBK Kota Medan.
“Sampai kapan kami harus menunggu?” Itulah jeritan hati warga yang selama bertahun-tahun harus bertaruh keselamatan saat melintasi jalan rusak tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mbah Misran, salah seorang warga, mengaku kecewa karena kondisi jalan semakin memprihatinkan. Menurutnya, meski cuaca panas dan tidak turun hujan, genangan air tetap menguasai badan jalan akibat permukaannya yang penuh lubang dan kubangan.
“Biar bapak wartawan tahu, jalan kami ini selalu tergenang walaupun tidak hujan. Air mengendap di kubangan karena jalannya sudah rusak parah. Kami hanya ingin jalan yang layak seperti warga di tempat lain,” ujar Mbah Misran dengan nada penuh harap.
Jalan tersebut merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Lingkungan 01, 02, dan 09, sehingga setiap hari dilalui warga, pelajar, pekerja, hingga pengendara sepeda motor. Namun, kondisi yang rusak berat membuat aktivitas masyarakat terganggu dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Warga berharap Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melalui Dinas SDABMBK Kota Medan segera turun tangan dan memberikan solusi nyata. Mereka tidak ingin lagi hanya dijanjikan perbaikan tanpa kepastian.
“Kasihan anak-anak yang setiap pagi harus berangkat sekolah melewati jalan berlubang dan penuh genangan. Begitu juga para pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang setiap hari menghadapi risiko terjatuh. Kami hanya meminta hak kami sebagai warga, yaitu jalan yang layak dan aman,” tutup Mbah Misran.
Kini, masyarakat Marelan hanya bisa berharap jeritan mereka benar-benar didengar. Sebab bagi mereka, jalan bukan sekadar akses, melainkan urat nadi kehidupan yang selama ini terasa seperti luput dari perhatian pemerintah.
Indra













