MEDAN – Di sudut bantaran Sungai Deli, di antara deru air yang terus mengalir dan bangunan-bangunan yang terus tumbuh, seorang pria bernama Zunaidi (36) menjalani hidup dalam kesederhanaan yang menyayat hati. Tempat tinggalnya yang jauh dari kata layak menjadi saksi bisu perjuangan panjang melawan kerasnya kehidupan.
Hari-hari dilaluinya dengan penuh keterbatasan. Tak ada kemewahan, tak ada kenyamanan. Hanya harapan yang terus ia genggam agar suatu saat ada tangan-tangan yang peduli melihat kenyataan yang ia hadapi.
Ketika kisahnya viral di media sosial dengan narasi bahwa dirinya belum pernah menerima bantuan, perhatian publik pun mengalir. Jeritan kehidupan yang selama ini nyaris tak terdengar akhirnya menggugah nurani banyak orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harapan itu pun datang.
Pada Sabtu (25/7/2026), Camat Medan Marelan, Dr. Zulkifli Syahputra Pulungan, S.STP., M.AP., hadir langsung menemui Zunaidi dalam kegiatan Sapa Warga Marelan. Kedatangannya bukan sekadar membawa paket sembako dan sebuah tilam, tetapi juga membawa pesan bahwa di tengah segala keterbatasan, masih ada kepedulian yang menyapa.
“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut, baik dari sisi kesehatan, tempat tinggal, maupun kebutuhan pendukung lainnya,” ujar Dr. Zulkifli Syahputra Pulungan.
Ucapan itu menjadi secercah harapan bagi Zunaidi. Sebab, bagi seseorang yang telah lama bergelut dengan kesulitan hidup, perhatian dan kepedulian sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar daripada nilai sebuah bantuan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Medan Labuhan, Danramil 0201-10/MM, Lurah Rengas Pulau, personel Babinsa, petugas PKH Dinas Sosial Kecamatan Medan Marelan, kepala lingkungan, serta unsur P3SU Kecamatan Medan Marelan. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa persoalan kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama.
Kisah Zunaidi mengingatkan bahwa di balik gemerlap kota, masih ada warga yang berjuang dalam diam. Semoga langkah kepedulian ini menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik, karena setiap warga berhak merasakan kehadiran negara, bukan hanya ketika kisahnya menjadi viral, tetapi juga saat ia sedang berjuang dalam sunyi.
Indra













