Belawan, TNI AL – Di balik kokohnya setiap kapal perang yang mengawal kedaulatan laut Nusantara, terdapat kekuatan logistik yang menjadi denyut nadi setiap operasi. Berangkat dari semangat itulah, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Dankodaeral I) Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., menerima kunjungan Tim Safari Logistik TNI Angkatan Laut yang dipimpin Laksamana Pertama TNI Aji Normanihadi, M.Sc., M.Tr.Opsla., dalam rangka Safari Logistik TNI AL Tahun Anggaran 2026 di Markas Komando Kodaeral I, Belawan, Sumatera Utara, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan setiap infrastruktur pendukung operasi laut berada dalam kondisi terbaik. Diawali dengan Courtesy Call dan dialog bersama jajaran Kodaeral I, pertemuan tersebut menjadi ruang menyatukan visi dalam membangun sistem logistik TNI AL yang semakin modern, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Usai pertemuan, Tim Safari Logistik bergerak meninjau sejumlah titik vital. Mulai dari rencana pembangunan fasilitas werfing atau penerimaan calon prajurit di belakang Gedung O.B. Syaaf, pemeriksaan jaringan pipa air tawar di Dermaga Mako Kodaeral I yang menjadi penopang kebutuhan operasional KRI, hingga pengecekan kondisi ponton sandar sebagai bagian penting dari kesiapan pangkalan. Peninjauan berlanjut ke fasilitas dok Fasharkan guna memastikan sarana pemeliharaan dan perbaikan unsur-unsur TNI AL tetap siap menjaga armada pengawal samudra Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perhatian juga diberikan pada kesejahteraan prajurit. Tim meninjau Kompleks Dewaruci yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan rumah susun, meninjau Kompleks Ikan Hiu Titipapan untuk rencana renovasi rumah dinas dan pembangunan pagar kompleks, serta melihat langsung enam unit rumah jabatan Pejabat Utama di Kompleks Barakuda. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengecekan pembangunan Mess Korps Wanita Angkatan Laut di lokasi eks Posyandu lama sebagai bentuk nyata komitmen meningkatkan kualitas fasilitas hunian bagi personel.
Safari Logistik ini menjadi bukti bahwa kekuatan pertahanan laut tidak hanya dibangun oleh kapal perang dan prajurit yang tangguh, tetapi juga oleh sistem logistik yang kokoh, terencana, dan berkelanjutan. Sinergi antara Staf Logistik TNI AL dan jajaran Kodaeral I diharapkan semakin memperkuat kemampuan dukungan operasi, sekaligus menghadirkan tata kelola logistik yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemajuan organisasi.
Di tengah dinamika tantangan maritim yang terus berkembang, Kodaeral I menunjukkan bahwa menjaga laut Indonesia dimulai dari memperkuat fondasi di darat. Sebab, dari dermaga yang kokoh, akan lahir armada yang siap mengawal kedaulatan bangsa hingga ke batas samudra.
(Dispen Kodaeral I/indra)













