PARGOMGOM SAMUDORA
Belawan, TNI AL – Pagi itu, warna-warni cat mulai menyentuh dinding rumah warga Kampung Nelayan Seberang. Namun yang sebenarnya sedang diubah bukan hanya warna bangunan.
Ada sesuatu yang jauh lebih dalam.
Ada harapan yang sedang ditorehkan. Ada kepedulian yang sedang ditunjukkan. Dan ada persaudaraan yang sedang dikuatkan.
Dalam rangka menyambut HUT Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I ke-1 Tahun 2026, sebanyak 45 prajurit Kodaeral I turun langsung ke tengah-tengah masyarakat Kampung Nelayan Seberang, Lingkungan XII, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (7/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kawasan pesisir itu menjadi saksi bagaimana seragam loreng dan pakaian warga melebur dalam satu semangat: gotong royong.
Sebanyak 120 unit rumah warga menjadi sasaran kegiatan pengecatan. Pada tahap awal, prajurit bersama masyarakat menargetkan 40 rumah untuk dipercantik dan ditata kembali.
Tetapi angka-angka itu hanyalah bagian kecil dari cerita.
Sebab di balik satu rumah yang dicat, ada keluarga yang ingin hidup lebih nyaman.
Di balik satu sapuan kuas, ada kepedulian.
Dan di balik warna yang menempel di dinding, ada pesan bahwa rakyat pesisir tidak pernah berjalan sendirian.
Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin oleh Asisten Potensi Maritim (Aster) Dankodaeral I. Dalam arahannya, ditekankan pentingnya disiplin, kebersamaan, serta sinergi antara prajurit dan masyarakat.
Setelah apel, kuas-kuas mulai bergerak.
Cat mulai mengalir.
Dinding-dinding rumah yang sebelumnya tampak kusam perlahan berubah wajah.
Prajurit tidak hanya datang untuk bekerja. Mereka datang untuk menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
Mereka turun, melihat, merasakan, dan bergotong royong bersama warga.Tidak ada sekat antara prajurit dan rakyat. Tidak ada jarak antara seragam dan masyarakat.
Yang ada hanyalah tangan yang saling membantu.
Di tengah kawasan pesisir yang menjadi tempat masyarakat menggantungkan kehidupan, kegiatan tersebut menghadirkan suasana berbeda. Senyum warga berpadu dengan semangat prajurit. Suara percakapan dan aktivitas pengecatan mengisi sudut-sudut kampung.
Hari itu, Kampung Nelayan Seberang bukan hanya mendapatkan warna baru.
Kampung itu mendapatkan perhatian.
Dan perhatian, bagi masyarakat kecil, sering kali memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar cat di dinding.
Kehadiran Kodaeral I menjadi cermin bahwa pengabdian TNI Angkatan Laut bukan hanya tentang menjaga laut dan kedaulatan negara.
Pengabdian juga berarti hadir ketika rakyat membutuhkan.
Mendekat ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
Dan berjalan bersama ketika masyarakat sedang berjuang membangun kehidupan yang lebih baik.
Momentum HUT Kodaeral I ke-1 Tahun 2026 pun terasa semakin bermakna. Sebab ulang tahun sebuah institusi bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang seberapa besar keberadaannya dapat dirasakan oleh masyarakat.
Dan hari itu, jawabannya hadir dalam bentuk yang sederhana:
sebuah kuas, sebidang dinding, dan puluhan tangan yang bekerja bersama.
Dari Kampung Nelayan Seberang, sebuah pesan kembali ditegaskan:
TNI dan rakyat bukan dua kekuatan yang berdiri berseberangan. Keduanya adalah satu napas dalam menjaga dan membangun negeri.
Karena ketika prajurit turun dan rakyat menyambut, yang lahir bukan sekadar lingkungan yang lebih indah.
Tetapi kepercayaan.
Ketika tangan prajurit dan tangan warga bertemu dalam gotong royong, yang terbangun bukan hanya rumah.
Tetapi persaudaraan.
Dan ketika warna baru memenuhi dinding-dinding rumah nelayan, sesungguhnya yang sedang dicat bukan hanya kampung.
Yang sedang diwarnai adalah harapan.
Harapan agar masyarakat pesisir terus diperhatikan.
Harapan agar kebersamaan tidak pernah pudar.
Dan harapan agar hubungan TNI dengan rakyat tetap berdiri kokoh—sekuat laut yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Kuas boleh berhenti bergerak. Cat boleh mengering. Tetapi semangat pengabdian dan persaudaraan itu diharapkan terus hidup di hati masyarakat.
(Dispen Kodaeral I)













