MEDAN MARELAN — Pagi itu, Jalan Marelan IX, Gang Pendidikan, seakan berhenti sejenak untuk menyaksikan sebuah pemandangan sederhana, namun menyimpan makna yang begitu dalam.

Dentuman drum terdengar dari kejauhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah-langkah kecil berbaris perlahan.

Di balik seragam dan alat musik yang mereka genggam, ada wajah-wajah polos anak negeri yang sedang belajar mengenal arti perjuangan.
Mereka mungkin belum sepenuhnya mengerti bagaimana para pahlawan dahulu merebut kemerdekaan.
Mereka belum memahami bagaimana merah putih pernah diperjuangkan dengan air mata, darah, bahkan nyawa.
Namun pagi itu, dengan langkah kecil dan senyum yang tulus, mereka sedang belajar meneruskan semangat perjuangan itu dengan cara mereka sendiri.
Dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, siswa-siswi UPT SD Negeri 066435 Marelan tampil dalam pawai kemerdekaan di sepanjang Jalan Marelan IX, Gang Pendidikan.
Dentuman drumband menggema.
Satu demi satu langkah mereka ayunkan.
Ada yang mungkin terlihat gugup. Ada yang sesekali salah memainkan nada. Tetapi justru di situlah letak keindahannya.
Karena mereka bukan sedang mengejar kesempurnaan.
Mereka sedang belajar untuk berani.
Setiap pukulan drum adalah hasil latihan.
Setiap barisan yang rapi adalah buah kesabaran.
Setiap senyum yang terlihat adalah hadiah kecil bagi guru dan orang tua yang selama ini mendampingi mereka.
Di balik penampilan itu, ada guru yang tak pernah bosan mengajarkan.
Ada pelatih yang sabar mengulang gerakan yang sama.
Ada orang tua yang rela mengantar, menunggu, dan memberikan semangat meski mungkin tidak pernah terlihat oleh kamera.
Mereka semua bekerja dalam diam.
Namun dari tangan-tangan yang bekerja dalam diam itulah, tumbuh anak-anak yang perlahan belajar percaya kepada dirinya sendiri.
Apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Sekolah dan seluruh jajaran guru UPT SD Negeri 066435 Marelan yang terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang melalui kegiatan ekstrakurikuler drumband.
Sebab drumband bukan hanya tentang bunyi alat musik.
Di sana anak-anak belajar bahwa untuk menghasilkan satu irama yang indah, semua harus berjalan bersama.
Mereka belajar bahwa tidak boleh berjalan sendiri.
Mereka belajar mendengar.
Mereka belajar menunggu.
Mereka belajar saling membantu.
Dan yang paling penting, mereka belajar bahwa setiap anak memiliki kemampuan untuk menjadi sesuatu yang berarti.
Mungkin bagi sebagian orang, pawai itu hanyalah sebuah kemeriahan menyambut hari kemerdekaan.
Namun bagi seorang anak, mungkin itulah pertama kalinya ia berdiri di tengah keramaian dan merasa bangga terhadap dirinya sendiri.
Mungkin itulah pertama kalinya ia mendengar tepuk tangan masyarakat.
Mungkin itulah pertama kalinya ia berkata dalam hati:
“Aku juga bisa.”
Dan kalimat sederhana itulah yang terkadang menjadi awal dari sebuah mimpi besar.
Hari ini, langkah mereka masih kecil.
Tangan mereka mungkin belum kuat.
Nada yang mereka mainkan mungkin belum sempurna.
Tetapi jangan pernah meremehkan langkah kecil seorang anak.
Karena bangsa yang besar selalu dimulai dari anak-anak yang diberi kesempatan untuk bermimpi.
Kelak, anak-anak ini akan tumbuh dewasa.
Mereka mungkin tidak lagi membawa drum.
Mereka mungkin tidak lagi berjalan dalam barisan kecil.
Tetapi semangat yang ditanamkan hari ini akan ikut berjalan bersama mereka.
Semangat untuk disiplin.
Semangat untuk bekerja sama.
Semangat untuk berani.
Dan semangat untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi negeri.
Di bawah kibaran Sang Merah Putih, UPT SD Negeri 066435 Marelan bukan hanya sedang merayakan 81 tahun Indonesia merdeka.
Sekolah ini sedang menanam benih masa depan.
Benih-benih kecil yang hari ini berjalan dengan kaki mungil, tetapi suatu hari nanti mungkin akan berdiri tegak membawa nama bangsa.
Karena kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang mereka yang telah gugur.
Kemerdekaan juga tentang memastikan bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia.
Dan salah satu cara terbaik untuk menghormati perjuangan para pahlawan adalah dengan mendidik anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi manusia yang berani, berilmu, berakhlak, dan berguna bagi sesama.
Terima kasih kepada seluruh wali siswa yang telah memberikan kepercayaan, perhatian, dan dukungan kepada sekolah.
Terima kasih kepada para guru dan pelatih yang dengan sabar mendampingi setiap langkah kecil anak-anak.
Hari ini mungkin hanya sebuah pawai.
Namun suatu hari nanti, ketika anak-anak itu telah dewasa, mungkin mereka akan mengingat pagi ini.
Mengingat suara drum.
Mengingat langkah kecil mereka.
Mengingat senyum guru dan orang tua.
Dan mungkin mereka akan berkata:
“Ternyata, dari langkah kecil itulah aku mulai belajar menjadi bagian dari Indonesia.”
Selamat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Teruslah melangkah, anak-anak negeri.
Langkah kalian mungkin kecil hari ini.
Tetapi mimpi kalian jangan pernah kecil.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Indra













