TAPANULI SELATAN — Tidak semua bentuk pengabdian terdengar oleh suara langkah pasukan. Tidak semua perjuangan terlihat dari kerasnya tugas di lapangan.
Ada pengabdian yang berjalan dalam diam.
Ada ketulusan yang hadir tanpa meminta balasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dan ada kebaikan yang mungkin hanya sebesar sebungkus makanan, tetapi mampu menghadirkan senyum di wajah seseorang.
Itulah yang terpancar dari kegiatan Minggu Kasih yang dilaksanakan personel Kompi 2 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut di Gereja Oikumene Batalyon C, Desa Angkola Timur, Tapanuli Selatan, Minggu (23/8/2026).
Hari itu, seragam Brimob hadir bukan hanya sebagai simbol kekuatan dan keberanian. Di balik seragam itu, ada hati yang ingin berbagi.
Personel Brimob membagikan paket makanan gratis berupa mi kepada jemaat dan masyarakat di sekitar Mako Batalyon C.
Mungkin bagi sebagian orang, pemberian itu terlihat sederhana.
Namun bagi seseorang yang menerimanya dengan tangan penuh syukur, sebungkus makanan bisa menjadi tanda bahwa masih ada kepedulian, masih ada tangan yang mau berbagi, dan masih ada saudara yang hadir ketika dibutuhkan.
Senyum masyarakat yang menerima bantuan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para personel.
Tidak ada kemewahan.
Tidak ada jarak.
Hanya ada ketulusan yang bertemu dengan rasa syukur.
Setelah berbagi, personel Brimob yang beragama Kristen melaksanakan ibadah bersama di Gereja Oikumene Batalyon C. Mereka kemudian membersihkan bagian dalam dan luar gereja.
Tangan yang biasanya sigap menjalankan tugas negara, hari itu menggenggam alat kebersihan.
Mereka membersihkan bukan sekadar lantai dan halaman.
Mereka sedang merawat tempat di mana banyak hati datang mencari ketenangan, memanjatkan doa, dan menitipkan harapan kepada Tuhan.
Kegiatan tersebut dipimpin Danton III Kompi 2 Batalyon C Pelopor Ipda Erbet J. Simanjuntak, S.H., dengan pendampingan Komandan Kompi 2 Batalyon C AKP Budi Makmur, S.H., M.M.
Respons masyarakat pun begitu hangat. Ucapan terima kasih mengalir bersama senyum yang tulus.
Mungkin tidak banyak kata yang terucap.
Namun terkadang, mata yang berkaca-kaca dan senyum yang sederhana sudah cukup untuk menceritakan betapa berharganya sebuah perhatian.
Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol. M. Rendra Salipu, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan Minggu Kasih merupakan bagian dari upaya Brimob untuk terus hadir, berbagi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi dan menjaga kebersihan rumah ibadah, kami ingin terus menumbuhkan kepedulian serta mempererat hubungan antara Brimob dan masyarakat. Kehadiran Brimob diharapkan dapat memberikan manfaat dan membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.”
Pesan itu sederhana, tetapi dalam.
Sebab seorang prajurit tidak hanya dinilai dari keberaniannya ketika menghadapi ancaman.
Ia juga dikenang dari seberapa besar hatinya untuk peduli kepada sesama.
Minggu Kasih menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tentang menjaga masyarakat dari bahaya, tetapi juga tentang menciptakan rasa aman di hati mereka.
Bahwa kehadiran Brimob bukan hanya ketika keadaan membutuhkan kekuatan.
Tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan kepedulian.
Dan di Tapanuli Selatan hari itu, sebuah cerita kecil kembali ditorehkan.
Tentang tangan-tangan yang memberi.
Tentang hati yang peduli.
Tentang senyum yang lahir dari kesederhanaan.
Tentang aparat dan masyarakat yang duduk dalam satu ruang kebersamaan tanpa sekat.
Karena pada akhirnya, seragam boleh berbeda, tugas boleh berbeda, tetapi hati manusia selalu memiliki bahasa yang sama: bahasa kasih dan kepedulian.
Minggu Kasih pun meninggalkan pesan yang begitu sederhana namun menyentuh:
Jika kekuatan Brimob mampu menjaga negeri, maka ketulusan mereka semoga mampu menjaga hati masyarakat.
Dan selama masih ada tangan yang mau berbagi, kaki yang mau melangkah mendekat, serta hati yang mau peduli, di sanalah pengabdian akan selalu menemukan maknanya.
Indra/humas













