BOGOR — Hening sesaat menyelimuti medan latihan di kaki Gunung Halimun, Bogor. Di tengah tantangan alam dan lintasan yang menguras konsentrasi, lima personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara berdiri dengan satu tujuan: menaklukkan jarak, menguji ketenangan, dan membuktikan kemampuan.
Mereka hadir bukan sekadar untuk mengikuti perlombaan.
Di balik setiap bidikan, ada latihan panjang. Di balik setiap posisi penembakan, ada disiplin yang terus ditempa. Dan di balik setiap tarikan pelatuk, ada ketenangan yang harus tetap terjaga dalam hitungan detik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lima personel Satuan Brimob Polda Sumut di bawah pimpinan Kanit 3 Subden Wanteror Detasemen Gegana, IPTU Yauwardi, S.H., turut ambil bagian dalam Kompetisi Sniper Tokubetsu Keisatsutai Tahun 2026, yang berlangsung di Pusat Latihan Korps Brimob Polri, Gunung Halimun, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).
Kompetisi Long Range itu bukan sekadar soal siapa yang paling tepat mengenai sasaran.
Lebih dari itu, medan kompetisi menjadi ruang pembuktian kemampuan personel dalam mengendalikan emosi, menjaga konsentrasi, membaca situasi, memperhitungkan setiap peluang, serta mengambil keputusan secara tepat dalam tekanan.
Sejak pagi, para personel telah memasuki rangkaian kegiatan melalui apel pemberangkatan sebelum menghadapi berbagai stage perlombaan dengan tingkat tantangan yang berbeda.
Medan berubah.
Posisi penembakan berganti.
Tantangan datang silih berganti.
Namun, satu hal yang tetap menjadi kunci: ketenangan.
Dalam menembak jarak jauh, kemampuan tidak hanya berbicara tentang membidik sasaran. Ada ketelitian dalam setiap perhitungan, kesabaran dalam menunggu momen, kekuatan fisik untuk bertahan, serta mental yang harus tetap kokoh ketika tekanan datang.
Hari pertama kompetisi pun berlangsung dengan penuh disiplin dan semangat juang. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar hingga sore hari.
Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol M. Rendra Salipu, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa keikutsertaan personel dalam kompetisi tersebut merupakan bagian dari upaya nyata untuk terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme.
Sebab, bagi Brimob, kemampuan tidak cukup hanya dimiliki.
Kemampuan harus diasah.
Mental harus ditempa.
Profesionalisme harus dibuktikan.
Kompetisi seperti ini menjadi bagian dari proses pembinaan untuk melahirkan personel yang semakin matang, terlatih, disiplin, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Dari dinginnya Gunung Halimun, lima personel Brimob Sumut membawa satu semangat: terus berlatih tanpa henti, terus mengasah kemampuan tanpa merasa puas, dan terus mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik dalam menjalankan tugas negara.
Sebab ketika panggilan tugas datang, tidak ada ruang untuk keraguan.
Yang dibutuhkan adalah kemampuan.
Yang diuji adalah mental.
Dan yang dipertaruhkan adalah pengabdian.
Brimob Sumut terus berlatih, terus menguat, dan terus menajamkan kemampuan—demi satu tujuan: hadir memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Indra/humas













