MEDAN — Malam semakin larut. Lampu-lampu jalan menjadi saksi ketika sebagian besar warga Kota Medan mulai menutup pintu dan beristirahat.
Namun, bagi personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan, malam bukan alasan untuk berhenti berjaga.
Di tengah gelap yang menyelimuti jalan-jalan Kota Medan, deru kendaraan patroli memecah kesunyian. Sejumlah personel bersiaga. Mata tetap terbuka. Langkah terus bergerak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka turun ketika kota mulai terlelap.
Melalui kegiatan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan patroli dialogis, personel gabungan menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, Jumat malam hingga Sabtu dini hari (28–29 Agustus 2026).
Sasaran patroli bukan perkara kecil.
Geng motor. Tawuran. Begal. Balap liar. Jambret. Pencurian kendaraan bermotor. Hingga berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Pamin Kompi 3 Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumut, IPDA Rudy Kurniawan, S.H.
Satu per satu ruas jalan mulai disisir.
Jalan M.T. Haryono. Jalan H.O.S. Cokroaminoto. Jalan M.H. Thamrin. Jalan Laksana. Jalan Brigjen Katamso. Jalan Mongonsidi hingga Jalan Kapten Pattimura.
Bukan sekadar melintas.
Setiap pergerakan menjadi bagian dari upaya mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan yang kerap memanfaatkan malam dan sepinya jalanan.
Di Jalan M.T. Haryono, personel mengantisipasi kemungkinan munculnya aksi geng motor dan tawuran. Perhatian kemudian diarahkan ke Jalan H.O.S. Cokroaminoto, untuk mencegah aksi jambret dan pencurian kendaraan bermotor.
Patroli terus bergerak menuju Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Laksana, mengantisipasi konvoi geng motor serta berbagai potensi kejahatan jalanan.
Tak ada ruang untuk lengah.
Dari Jalan Brigjen Katamso menuju Jalan Mongonsidi, personel kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi balap liar dan aksi begal.
Sementara di Jalan Kapten Pattimura, personel melaksanakan kegiatan stasioner. Setiap pergerakan kendaraan yang melintas menjadi perhatian, termasuk sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan aksi begal maupun konvoi geng motor dari arah Jalan Jamin Ginting.
Di balik patroli yang dilakukan sepanjang malam itu, ada satu pesan yang ingin ditegaskan:
Jalanan Kota Medan tidak boleh dikuasai oleh rasa takut.
Brimob Sumut dan Polrestabes Medan tidak hanya hadir untuk melakukan pemantauan. Personel juga turun langsung berdialog dengan masyarakat, mendengar situasi di lapangan sekaligus mengajak warga untuk ikut menjaga keamanan lingkungan.
Sebab keamanan bukan hanya tugas aparat.
Keamanan adalah tanggung jawab bersama.
Ketika malam menjadi waktu yang kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk bergerak, aparat justru memilih untuk tetap berada di jalan.
Ketika masyarakat beristirahat, mereka berjaga.
Ketika keheningan malam menyelimuti Kota Medan, kewaspadaan tetap menyala.
Patroli KRYD ini menjadi bukti sinergitas antara Brimob Sumut dan Polrestabes Medan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Malam boleh gelap. Jalan boleh lengang. Tetapi aparat tetap bergerak.
Dengan patroli yang terus digelar, ruang gerak kejahatan diharapkan semakin sempit dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas tanpa dibayangi rasa takut.
Selama pelaksanaan kegiatan, patroli gabungan berlangsung aman, tertib dan lancar. Situasi kamtibmas di sejumlah wilayah yang dilalui terpantau dalam keadaan kondusif.
Sebab ketika Kota Medan terlelap, ada mereka yang tetap terjaga.
Brimob Sumut dan Polrestabes Medan—menembus malam, menyisir jalanan, dan berdiri di antara masyarakat serta ancaman kejahatan.
Indra/humas













