TIGA TAHUN DALAM NERAKA! Perempuan Bandung Diduga Disekap dan Disiksa Kekasihnya Hingga Kehilangan Mata, Pelaku Masih Buron

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG — Sebuah kisah pilu yang mengguncang nurani publik terungkap di Jawa Barat. Seorang perempuan muda berinisial YTR (29), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah diduga mengalami penyekapan, penyiksaan brutal, dan kekerasan berkepanjangan selama hampir tiga tahun.

Saat ditemukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, tubuh korban menjadi saksi bisu penderitaan yang diduga telah berlangsung begitu lama. Luka demi luka memenuhi tubuhnya. Bekas kekerasan ditemukan di berbagai bagian badan. Bahkan, mata kanan korban tidak dapat diselamatkan dan terpaksa diangkat oleh tim dokter akibat infeksi berat yang telah menyebar.

Tragedi ini bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ini adalah dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang menyayat hati dan membuka mata publik tentang betapa mengerikannya kekerasan dalam hubungan personal yang berlangsung secara tersembunyi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berawal dari Pertemuan di Konser, Berakhir Menjadi Mimpi Buruk

Tak ada yang menyangka, perkenalan yang terjadi usai sebuah konser musik pada tahun 2023 justru menjadi awal dari petaka yang mengubah hidup YTR.

Sebelumnya, YTR dikenal sebagai perempuan pekerja keras yang sangat dekat dengan keluarganya. Ia rutin pulang ke rumah orang tuanya di Rancaekek dan menjalin komunikasi yang hangat dengan saudara-saudaranya.

Namun semuanya berubah setelah ia menjalin hubungan dengan seorang pria yang diketahui bekerja sebagai kolektor utang eksternal.

Sedikit demi sedikit, korban mulai menjauh dari keluarganya. Telepon semakin jarang. Kunjungan ke rumah berhenti total. Hingga akhirnya, YTR seperti hilang ditelan bumi.

“Tiba-tiba semua kontak terputus. Kakak saya tidak pernah pulang lagi,” ungkap adiknya dengan suara penuh kesedihan.

Tiga Tahun Hilang Tanpa Jejak, Keluarga Hidup dalam Ketakutan

Selama hampir tiga tahun, keluarga hidup dalam ketidakpastian yang menyiksa.

Sesekali korban memang menghubungi keluarganya. Namun setiap percakapan berlangsung singkat, kaku, dan penuh kejanggalan. Suaranya terdengar ketakutan. Seolah ada seseorang yang mengawasi setiap kata yang keluar dari mulutnya.

Keluarga curiga ada sesuatu yang tidak beres.

Namun mereka tidak pernah mengetahui di mana korban berada.

Mereka hanya bisa berharap dan berdoa agar suatu hari YTR kembali pulang dalam keadaan selamat.

Harapan itu akhirnya datang. Namun dalam bentuk yang jauh lebih menyakitkan dari yang pernah mereka bayangkan.

Pesan WhatsApp Misterius Membuka Tabir Kengerian

Malam 10 Juni 2026 menjadi malam yang tak akan pernah dilupakan keluarga korban.

Sebuah pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal masuk ke ponsel keluarga. Pengirim mengabarkan bahwa YTR berada di IGD RSHS Bandung setelah mengalami kecelakaan.

Baca Juga:  “27 Tahun Menanti, Suara Rakyat Aceh Singkil Kini Menggema di Jakarta: Prof. Dr. Sutan Nasomal Dukung Langkah Bupati Perjuangkan Plasma dan HGU untuk Kesejahteraan Warga”

Tanpa berpikir panjang, keluarga langsung bergegas menuju rumah sakit.

Namun setibanya di sana, mereka dibuat terpukul.

Yang mereka lihat bukan korban kecelakaan biasa.

Melainkan seorang perempuan yang tubuhnya dipenuhi luka, lebam, bekas penyiksaan, dan penderitaan yang seolah telah berlangsung sangat lama.

Tim medis menemukan berbagai luka lama yang mengindikasikan kekerasan berulang. Bekas luka diduga akibat sundutan rokok ditemukan di sejumlah bagian tubuh. Gigi korban banyak yang tanggal. Mulutnya mengalami robekan serius.

Pemandangan itu menghancurkan hati keluarga.

Mata Kanan Diangkat, Infeksi Menyebar Hingga Kepala

Penderitaan korban ternyata jauh lebih mengerikan.

Akibat infeksi berat yang diduga tidak pernah mendapatkan penanganan layak, mata kanan korban mengalami kerusakan parah hingga dokter tidak memiliki pilihan lain selain melakukan operasi pengangkatan bola mata.

Lebih mengkhawatirkan lagi, infeksi tersebut dilaporkan telah menyebar ke bagian kepala sehingga memerlukan tindakan medis intensif.

Setiap luka yang ditemukan di tubuh korban seolah menceritakan kisah penderitaan yang selama ini tersembunyi dari dunia luar.

Diduga Dikontrol Total, Bahkan Dokumen Identitas Dikuasai Pelaku

Fakta mengejutkan lainnya turut terungkap.

Seluruh dokumen kependudukan korban diduga berada dalam penguasaan terduga pelaku.

Akibatnya, korban mengalami kesulitan mengakses layanan publik, termasuk fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi haknya sebagai warga negara.

Kondisi ini memperkuat dugaan adanya kontrol dan penguasaan penuh terhadap kehidupan korban selama bertahun-tahun.

Pelaku Masih Buron, Publik Menuntut Keadilan

Sementara korban masih berjuang antara hidup dan pemulihan, pria berinisial TH (30) yang diduga sebagai pelaku hingga kini masih menjadi buronan aparat kepolisian.

Penyidik Polda Jawa Barat terus melakukan pengejaran. Namun hingga saat ini, pelaku diduga berpindah-pindah tempat untuk menghindari penangkapan.

Publik pun menuntut agar kasus ini diusut hingga tuntas.

Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kekerasan yang diduga telah merampas kebebasan, kesehatan, dan masa depan seseorang selama bertahun-tahun.

Jeritan yang Tak Boleh Diabaikan

Kasus YTR menjadi alarm keras bagi masyarakat.

Di balik pintu rumah, kamar kos, atau hubungan yang terlihat biasa dari luar, bisa saja tersembunyi penderitaan panjang yang tidak pernah terdengar.

Tiga tahun kehilangan kontak.

Tiga tahun hidup dalam ketakutan.

Tiga tahun diduga mengalami penyiksaan tanpa mampu meminta pertolongan.

Kini YTR masih berjuang untuk sembuh.

Sementara bangsa ini menunggu satu hal yang sama:

Keadilan harus ditegakkan. Pelaku harus ditangkap. Dan penderitaan korban tidak boleh berakhir tanpa pertanggungjawaban hukum yang setimpal.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan
TANPA TANDA SNI: DIPERTANYAKAN PT.SARANA ASTRA MOTOR DIMINTA BUKA ASAL-USUL SPAREPART
SK Baru Guncang TKBM Rengas Pulau: Kepengurusan Lama Dibekukan, Bendera Organisasi Diperingatkan Tak Boleh Dijual untuk Kepentingan Pribadi
FRIC RESMI SURAT RDP DPRD BATAM,LINTAS SEKTOR BONGKAR SKANDAL PERIZINAN DAN PAJAK TEMPAT SENANG
Di Tengah Erupsi Sinabung, Brimob Polda Sumut Hadir Membawa Harapan: Makanan dan Air Bersih Mengalir untuk Pengungsi Karo
Hujan dan Angin Tak Jadi Penghalang, Tim SAR Brimob Terobos Cuaca Ekstrem Buka Kembali Jalan Warga Medan Tembung
Bukan Sekadar Berebut Juara, Turnamen Badminton PB Mitra Sporty Medan Menyalakan Harapan Atlet Muda
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:31 WIB

KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!

Kamis, 3 September 2026 - 15:40 WIB

Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan

Kamis, 3 September 2026 - 14:16 WIB

TANPA TANDA SNI: DIPERTANYAKAN PT.SARANA ASTRA MOTOR DIMINTA BUKA ASAL-USUL SPAREPART

Kamis, 3 September 2026 - 14:10 WIB

SK Baru Guncang TKBM Rengas Pulau: Kepengurusan Lama Dibekukan, Bendera Organisasi Diperingatkan Tak Boleh Dijual untuk Kepentingan Pribadi

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

FRIC RESMI SURAT RDP DPRD BATAM,LINTAS SEKTOR BONGKAR SKANDAL PERIZINAN DAN PAJAK TEMPAT SENANG

Berita Terbaru