ANGKOLA TIMUR – Di balik ketegasan seragam loreng yang identik dengan keberanian menghadapi berbagai ancaman, tersimpan hati yang penuh kepedulian dan kasih kepada sesama. Itulah wajah humanis yang kembali ditunjukkan Personel Kompi-2 Batalyon-C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melalui kegiatan Minggu Kasih, Minggu (26/7/2026), di Gereja Oikumene Batalyon-C, Angkola Timur.
Bagi Brimob, tugas mengabdi kepada bangsa tidak hanya diwujudkan dengan menjaga keamanan dan ketertiban. Pengabdian sejati juga berarti hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan, menghadirkan harapan di tengah kesederhanaan, serta menguatkan ikatan persaudaraan tanpa memandang latar belakang.
Kegiatan yang dipimpin Danton I Kompi-2 Batalyon-C, IPDA Andrico P. Sembiring, S.H., atas sepengetahuan Komandan Kompi-2 Batalyon-C, AKP Budi Makmur, S.H., M.H., berlangsung penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan. Satu per satu paket makanan berupa mi dibagikan kepada jemaat dan masyarakat Desa Angkola Timur. Nilainya mungkin sederhana, namun makna yang terkandung di dalamnya begitu besar—bahwa masih ada kepedulian yang hidup, masih ada tangan-tangan yang rela berbagi, dan masih ada Bhayangkara yang hadir bukan hanya sebagai pelindung, tetapi juga sebagai saudara bagi rakyat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Senyum tulus yang terpancar dari wajah para penerima bantuan menjadi pemandangan yang sulit dilupakan. Tatapan penuh syukur, ucapan terima kasih yang keluar dari hati, hingga jabat tangan hangat antara warga dan personel Brimob menjadi bukti bahwa kedekatan emosional tidak selalu dibangun dengan kata-kata, melainkan melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Usai berbagi, personel Brimob yang beragama Kristen mengikuti ibadah bersama di Gereja Oikumene Batalyon-C. Di dalam rumah Tuhan, doa-doa dipanjatkan agar bangsa ini senantiasa diberkahi kedamaian, masyarakat diberikan kesejahteraan, dan setiap insan Bhayangkara tetap teguh mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Program Minggu Kasih bukan sekadar agenda rutin. Ia menjadi cerminan bahwa kekuatan Brimob tidak hanya terletak pada keberanian, disiplin, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman, tetapi juga pada ketulusan hati untuk berbagi dan melayani. Di balik perlengkapan taktis yang dikenakan, terdapat jiwa-jiwa yang memahami bahwa senyum masyarakat adalah penghargaan tertinggi bagi setiap pengabdian.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat. Kehadiran Brimob di tengah masyarakat kembali menegaskan bahwa Polri bukan hanya hadir saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir membawa secercah harapan, menghapus jarak antara aparat dan rakyat, serta menanamkan keyakinan bahwa negara selalu hadir melalui tangan-tangan para Bhayangkara.
Karena sejatinya, pengabdian bukan hanya tentang mengangkat senjata untuk menjaga negeri, tetapi juga tentang mengulurkan tangan untuk menguatkan hati. Dan di Angkola Timur, Brimob Polda Sumut kembali membuktikan bahwa di balik seragam loreng yang gagah, bersemayam hati yang tulus menebarkan kasih, menghidupkan harapan, dan mengabdikan diri sepenuhnya demi masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Indra/humas













