DRONE TEMPUR MATA ELANG KODAERAL I MENGAWAL NUSANTARA, LANGIT BELAWAN JADI SAKSI KESIAPAN PRAJURIT PENJAGA KEDAULATAN LAUT

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PARGOMGOM SAMUDORA

Belawan, TNI AL – Dari hamparan langit Belawan, tekad menjaga setiap jengkal kedaulatan laut Indonesia kembali ditegaskan. Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) membuktikan bahwa pertahanan maritim masa depan bukan hanya mengandalkan keberanian prajurit, tetapi juga kecanggihan teknologi. Melalui Latihan Pengamatan Udara Maritim Triwulan III Tahun Anggaran 2026, Kodaeral I mengasah kemampuan prajurit mengoperasikan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone sebagai “mata elang” yang siap mengawasi lautan Nusantara tanpa henti.

Latihan yang digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Agustus 2026 di Gedung Yos Sudarso Kodaeral I, Belawan, menjadi tonggak penting transformasi kekuatan TNI Angkatan Laut menuju sistem pertahanan maritim yang modern, presisi, dan berdaya gentar tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di era ketika ancaman dapat datang dari berbagai arah, penguasaan teknologi menjadi sebuah keharusan. Berlandaskan Surat Perintah Komandan Kodaeral I, para prajurit ditempa untuk menguasai teknologi UAV sebagai kekuatan strategis dalam memperluas jangkauan patroli, memantau wilayah laut secara real time, hingga mendeteksi setiap potensi ancaman sebelum berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan dan kedaulatan negara.

Tak sekadar menerbangkan drone, para prajurit digembleng memahami seluruh aspek operasi udara, mulai dari regulasi penerbangan, prosedur keselamatan, teknik pengintaian udara (Reconnaissance), hingga kemampuan membaca dan mengolah data intelijen secara cepat, akurat, dan tepat sasaran. Setiap informasi yang diperoleh menjadi senjata penting dalam menentukan langkah operasi di lapangan.

Baca Juga:  Polda Babel Gelar Apek Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla, Irjen Pol Viktor Tegaskan Pentingnya Sinergi

Kehadiran teknologi UAV menjadikan sistem pengawasan maritim Kodaeral I semakin tajam, cepat, dan efektif. Dari ketinggian, setiap pergerakan di wilayah perairan dapat dipantau secara menyeluruh, mempersempit ruang gerak berbagai ancaman yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan laut Indonesia.

Komandan Kodaeral I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., menegaskan bahwa prajurit TNI AL harus terus berkembang mengikuti pesatnya kemajuan teknologi pertahanan dunia. Profesionalisme, disiplin, dan penguasaan teknologi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga kedaulatan maritim bangsa.

Melalui latihan ini, Kodaeral I menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan prajurit-prajurit unggul yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga mahir memanfaatkan teknologi modern sebagai kekuatan utama dalam menjaga laut Indonesia.

Karena bagi Kodaeral I, menjaga laut tidak hanya dilakukan dari geladak kapal, tetapi juga dari langit Nusantara. Dengan mata elang berteknologi tinggi dan semangat juang yang tak pernah padam, setiap ombak, setiap pelayaran, dan setiap jengkal perairan Indonesia akan terus berada dalam pengawasan prajurit TNI Angkatan Laut.

(Dispen Kodaeral I/indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru