37 Anak PPA Menjejak Mako Brimob Nias, Dari Rasa Penasaran Tumbuh Mimpi Menjadi Pengabdi Negeri

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NIAS, 10 Agustus 2026 — Di balik seragam loreng dan wajah tegas para personel Brimob, ternyata ada sisi lain yang begitu dekat dengan dunia anak-anak: keteladanan, kepedulian, dan mimpi tentang masa depan.

Pemandangan penuh keakraban itu terlihat di Mako Kompi 4 Batalyon C, Kepulauan Nias, Senin (10/8/2026). Sebanyak 37 anak dari Yayasan Pusat Pengembangan Anak (PPA) datang berkunjung, membawa rasa penasaran untuk mengenal lebih dekat sosok-sosok yang selama ini mereka kenal sebagai penjaga keamanan.

Hari itu, suasana Mako Brimob berubah. Bukan hanya tempat para personel menjalankan tugas dan latihan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal arti disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan pengabdian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dipimpin Pamin Kompi 4 Batalyon C, Aipda Advenar Togatorop, bersama personel Kompi 4 Batalyon C, anak-anak PPA diajak mengenal profesi Brimob, tugas dan tanggung jawab Kepolisian, hingga berbagai perlengkapan yang digunakan personel dalam menjalankan tugas di lapangan.

Raut penasaran terlihat jelas. Mata-mata kecil itu mengikuti setiap penjelasan. Sesekali muncul senyum dan antusiasme ketika mereka diberi kesempatan melihat langsung lingkungan Mako serta mengenal berbagai perlengkapan yang selama ini mungkin hanya mereka lihat dari kejauhan.

Bagi Brimob, kunjungan itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi 37 anak tersebut, pengalaman itu bisa menjadi cerita yang mereka bawa pulang—bahkan mungkin menjadi awal dari sebuah mimpi.
Sebab, memperkenalkan profesi kepada anak-anak bukan sekadar menjelaskan apa yang dilakukan seorang polisi. Lebih jauh dari itu, mereka diperkenalkan pada nilai bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan berani berdiri ketika masyarakat membutuhkan.
Mereka juga belajar bahwa di balik sebuah seragam terdapat tanggung jawab besar: menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

Baca Juga:  Prof Dr Sutan Nasomal Desak Presiden RI Tetapkan Hukuman Mati bagi Pelaku LGBT, Sebut Ancaman Serius bagi Masa Depan Bangsa

Kehadiran Brimob di tengah anak-anak PPA pun menjadi pesan bahwa wajah Kepolisian tidak hanya hadir ketika menghadapi persoalan keamanan. Polisi juga hadir untuk mendidik, menyapa, mendengar, menginspirasi, dan menanamkan harapan.

Di tempat itulah jarak antara aparat dan masyarakat seakan mencair. Seragam yang biasanya terlihat tegas berubah menjadi jembatan untuk membangun kedekatan.
Keceriaan anak-anak menjadi warna tersendiri. Tawa mereka berpadu dengan suasana Mako yang biasanya dipenuhi aktivitas kedinasan. Sebuah perjumpaan sederhana, namun menyimpan makna yang jauh lebih besar.
Hari itu, Brimob bukan hanya memperkenalkan profesi. Mereka sedang memperkenalkan nilai-nilai kehidupan kepada generasi penerus.

Dari sebuah kunjungan kecil di Kepulauan Nias, tumbuh sebuah pesan besar: bahwa keamanan bukan hanya tentang menjaga hari ini, tetapi juga tentang menanamkan harapan untuk masa depan.

Satuan Brimob Polda Sumut melalui Personel Kompi 4 Batalyon C terus berkomitmen membangun hubungan positif dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Edukasi dan interaksi langsung menjadi bagian dari upaya menghadirkan Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat, pelindung, sekaligus teladan bagi anak-anak bangsa.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban.
Dan ketika 37 anak itu meninggalkan Mako Brimob, mungkin yang mereka bawa bukan sekadar pengalaman melihat seragam, perlengkapan, dan lingkungan Kepolisian.
Bisa jadi, mereka pulang membawa sebuah mimpi—suatu hari nanti, berdiri tegak dengan seragamnya sendiri, dan mengabdikan hidup untuk negeri.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan
TANPA TANDA SNI: DIPERTANYAKAN PT.SARANA ASTRA MOTOR DIMINTA BUKA ASAL-USUL SPAREPART
SK Baru Guncang TKBM Rengas Pulau: Kepengurusan Lama Dibekukan, Bendera Organisasi Diperingatkan Tak Boleh Dijual untuk Kepentingan Pribadi
FRIC RESMI SURAT RDP DPRD BATAM,LINTAS SEKTOR BONGKAR SKANDAL PERIZINAN DAN PAJAK TEMPAT SENANG
Di Tengah Erupsi Sinabung, Brimob Polda Sumut Hadir Membawa Harapan: Makanan dan Air Bersih Mengalir untuk Pengungsi Karo
Hujan dan Angin Tak Jadi Penghalang, Tim SAR Brimob Terobos Cuaca Ekstrem Buka Kembali Jalan Warga Medan Tembung
Bukan Sekadar Berebut Juara, Turnamen Badminton PB Mitra Sporty Medan Menyalakan Harapan Atlet Muda
Dari Kampung untuk Bumi: Pelindo Multi Terminal Nyalakan Semangat Warga Aceh Besar Menjaga Lingkungan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:40 WIB

Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan

Kamis, 3 September 2026 - 14:16 WIB

TANPA TANDA SNI: DIPERTANYAKAN PT.SARANA ASTRA MOTOR DIMINTA BUKA ASAL-USUL SPAREPART

Kamis, 3 September 2026 - 14:10 WIB

SK Baru Guncang TKBM Rengas Pulau: Kepengurusan Lama Dibekukan, Bendera Organisasi Diperingatkan Tak Boleh Dijual untuk Kepentingan Pribadi

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

FRIC RESMI SURAT RDP DPRD BATAM,LINTAS SEKTOR BONGKAR SKANDAL PERIZINAN DAN PAJAK TEMPAT SENANG

Kamis, 3 September 2026 - 08:21 WIB

Hujan dan Angin Tak Jadi Penghalang, Tim SAR Brimob Terobos Cuaca Ekstrem Buka Kembali Jalan Warga Medan Tembung

Berita Terbaru