TAPSEL – Bukan suara sirene, bukan pula suasana tugas yang penuh ketegangan. Jumat (21/08/2026), halaman SDN No. 100306 Garonggang, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, justru dipenuhi senyum, tawa, dan keceriaan anak-anak.
Di tengah polosnya wajah para siswa, personel Batalyon-C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut hadir melalui program Brimob Go To School. Mereka datang bukan sekadar untuk menyapa, tetapi membawa pesan penting tentang keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Dengan penuh keakraban, personel Brimob berbaur bersama para siswa. Jarak antara aparat dan anak-anak seolah menghilang. Yang terlihat hanyalah sosok polisi yang duduk, berbicara, bercanda, dan berbagi pengetahuan bersama generasi penerus bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dipimpin Wadanyon-C Pelopor Sat Brimob Polda Sumut, Kompol Suliadi, S.H., kegiatan diisi dengan edukasi penanganan Search and Rescue (SAR), khususnya menghadapi bencana gempa bumi dan banjir.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan penuh interaksi. Anak-anak diajak memahami apa yang harus dilakukan ketika bumi berguncang, air meluap, atau keadaan darurat tiba-tiba terjadi.
Mereka diajarkan untuk tidak panik, mencari tempat yang aman, melindungi diri, serta saling membantu. Sebuah pelajaran sederhana, namun bisa menjadi sangat berarti ketika keselamatan dipertaruhkan.
Di sela-sela penyampaian materi, tawa dan senyum anak-anak terus pecah. Suasana yang awalnya serius berubah menjadi ruang belajar yang hangat dan menyenangkan.
Bagi Brimob Sumut, kehadiran di sekolah bukan sekadar menjalankan sebuah program. Ada pesan yang jauh lebih dalam: menanamkan keberanian sejak dini dan membangun kepercayaan bahwa polisi adalah sahabat masyarakat.
Dansat Brimob Polda Sumut mengatakan, program Brimob Go To School merupakan wujud nyata kehadiran Brimob di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan edukasi yang bermanfaat bagi generasi muda.
“Kami ingin anak-anak mengenal Brimob bukan hanya sebagai personel yang bertugas menjaga keamanan, tetapi juga sebagai sosok yang siap membantu dan melindungi. Edukasi kebencanaan seperti ini penting diberikan sejak dini dengan cara yang menyenangkan, sehingga anak-anak tahu bagaimana menyelamatkan diri dan membantu orang lain ketika terjadi bencana,” ujar Dansat Brimob Polda Sumut.
Ia berharap, pertemuan sederhana tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sehari di sekolah. Lebih dari itu, pengetahuan yang diberikan dapat menjadi bekal yang tersimpan dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa.
“Semoga kehadiran kami hari ini bisa memberikan pengetahuan baru sekaligus menjadi kenangan yang baik bagi anak-anak. Brimob akan terus berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat di mana pun berada,” tuturnya.
Hari itu, mungkin tidak ada panggung megah. Tidak ada seremoni yang berlebihan. Hanya ada personel Brimob, guru, dan anak-anak yang belajar bersama.
Namun dari ruang sederhana itu, sebuah pesan besar ditanamkan: bencana bisa datang tanpa mengenal waktu, tetapi kepanikan bukanlah jawaban. Kenali risikonya, lindungi diri, berani menghadapi keadaan, dan jangan pernah lupa untuk menolong sesama.
Sebab bagi anak-anak di Garonggang, pertemuan dengan Brimob hari itu bukan hanya tentang belajar menghadapi bencana.
Itu adalah tentang belajar menjadi berani, peduli, dan siap menyelamatkan kehidupan.
Indra/humas













