KARO — Di tengah bayang-bayang erupsi Gunung Sinabung yang kembali menguji ketenangan masyarakat, kehadiran aparat di lapangan menjadi harapan bagi warga yang membutuhkan perlindungan dan pertolongan.
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol.
Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., turun langsung meninjau Posko Simpang 3 Desa Kuta Kicap, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026), untuk memastikan kesiapsiagaan personel serta seluruh sarana pendukung dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Sinabung.
Di posko tersebut, sebanyak 100 personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut telah berdiri tegap dan siap menjalankan tugas kemanusiaan. Mereka melaksanakan tugas BKO Polres Tanah Karo untuk mendukung kegiatan SAR serta penanganan masyarakat yang terdampak erupsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan sekadar menjalankan tugas negara, bagi para personel Brimob yang berada di kaki Gunung Sinabung, panggilan kemanusiaan adalah sebuah tanggung jawab yang harus dijawab dengan kesiapan, keberanian, dan ketulusan.
Kedatangan Kapolda Sumut beserta rombongan menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para personel yang setiap saat harus siap bergerak ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Tanah Karo, Wakapolda Sumut, para Pejabat Utama Polda Sumut, Dandim 0205 Tanah Karo, serta Kapolres Tanah Karo.
Dalam kunjungannya, Kapolda Sumut memastikan seluruh personel dan peralatan yang ditempatkan di Posko Simpang 3 Desa Kuta Kicap benar-benar berada dalam kondisi siap operasional.
Sebab dalam situasi bencana, waktu menjadi sesuatu yang sangat berharga. Satu langkah cepat dapat menjadi pertolongan. Satu tangan yang terulur dapat menjadi harapan. Dan satu kehadiran di tengah masyarakat dapat menguatkan mereka yang sedang dilanda kecemasan.
Sebanyak 100 personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut tersebut berada di bawah pimpinan Danki 3 Batalyon A Pelopor, IPTU Binner Sitorus, S.H. Seluruh personel dan peralatan dilaporkan dalam keadaan aman, lengkap, dan siap digerakkan kapan saja dibutuhkan.
Di tengah tugas yang tidak ringan itu, perhatian pimpinan juga hadir menyapa para personel. Kapolda Sumut menyerahkan bantuan sembako kepada anggota yang bertugas di Posko Simpang 3 Kuta Kicap.
Bantuan tersebut bukan sekadar bentuk dukungan, tetapi menjadi pengingat bahwa para personel yang berdiri di garis depan tidak berjuang sendirian.
Mereka adalah bagian dari barisan kemanusiaan yang siap meninggalkan kenyamanan demi memastikan masyarakat tetap mendapatkan pertolongan ketika situasi darurat datang tanpa mengenal waktu.
Kunjungan Kapolda Sumut ke Posko Penanganan Erupsi Gunung Sinabung pun menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan dengan kehadiran.
Di bawah ancaman alam yang sulit diprediksi, 100 personel Brimob Sumut tetap bersiaga.
Mereka siap bergerak ketika sirene tugas memanggil.
Siap mengulurkan tangan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Dan siap berdiri di garis depan, bukan untuk mencari pujian, tetapi karena di balik seragam yang mereka kenakan, ada sebuah janji pengabdian kepada masyarakat.
Gunung Sinabung boleh menguji keteguhan masyarakat Karo, namun negara tidak akan membiarkan rakyat menghadapi situasi itu sendirian.
Dengan semangat kemanusiaan, keberanian, dan pengabdian, Satuan Brimob Polda Sumut terus menjaga kesiapsiagaan.
Karena bagi mereka, tugas kemanusiaan tidak mengenal waktu.
Ketika masyarakat membutuhkan, Brimob harus siap hadir.
Ketika harapan mulai menipis, Brimob harus siap menguatkan.
Dan ketika bencana datang menguji kehidupan, Brimob Sumut siap berdiri bersama rakyat.
Indra/humas













