Indramayu ~ Tragedi berdarah yang merenggut nyawa satu keluarga di Indramayu tidak hanya meninggalkan genangan darah dan air mata, tetapi juga mengguncang nurani bangsa. Jeritan duka dari rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman itu kini berubah menjadi simbol pilu yang menyayat hati masyarakat.
Ketua Satgas DPP Fast Respon Indonesia Center, Darmo Rahakratat Kei, tampil dengan suara lantang mengecam keras pembantaian keji tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai kejahatan biadab yang tidak memiliki sedikit pun sisi kemanusiaan.
“Ini bukan sekadar pembunuhan. Ini pembantaian terhadap satu keluarga. Kejahatan seperti ini adalah luka bagi bangsa dan tamparan bagi rasa kemanusiaan. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya tanpa belas kasihan!” tegas Darmo dengan nada penuh amarah dan kepedihan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan menghilangkan nyawa manusia secara keji, terlebih terhadap satu keluarga sekaligus. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang mencoba membela pelaku sama saja sedang melukai hati rakyat yang sedang berduka.
“Tidak ada ruang pembelaan bagi pembunuh! Siapa pun yang mencoba menggiring opini, mencari pembenaran, atau melemahkan proses hukum, berarti sedang menginjak-injak rasa keadilan masyarakat dan air mata keluarga korban!” ujarnya keras.
Darmo juga mengingatkan bahwa rakyat sedang menatap jalannya proses hukum dengan penuh harapan. Ia meminta majelis hakim berdiri tegak tanpa tekanan, tanpa intervensi, dan tanpa permainan.
“Hakim harus tegak lurus. Jangan ada kompromi terhadap pembunuh. Jangan sampai hukum kehilangan wibawa di hadapan rakyat. Jika kasus sekeji ini saja bisa dipermainkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap keadilan akan runtuh!” katanya.
Suasana duka yang menyelimuti kasus ini disebutnya tidak boleh dijadikan panggung kepentingan oleh pihak mana pun. Ia memperingatkan agar tidak ada oknum yang mencoba menunggangi tragedi kemanusiaan demi popularitas ataupun kepentingan tertentu.
“Jangan kotori penderitaan keluarga korban dengan permainan opini dan kepentingan pribadi. Darah korban bukan alat pencitraan!” tegasnya lagi.
Satgas DPP Fast Respon Indonesia Center memastikan akan terus mengawal proses hukum hingga titik akhir demi memastikan keadilan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.
Kini, kasus pembantaian satu keluarga di Indramayu terus menjadi sorotan publik. Gelombang kemarahan masyarakat kian membesar, menuntut satu hal yang sama: hukuman setimpal bagi pelaku, tanpa ampun, tanpa kompromi.
Fahmi













