RUMAH YANG SUDAH DILUNASI SEJAK 2005 DIDUGA DIRATAKAN, KORBAN LAPOR KE POLDA SUMUT

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN | Tangis dan kekecewaan mendalam kini menyelimuti seorang warga yang merasa hak miliknya dirampas secara brutal. Rumah yang disebut telah lunas dibayar sejak tahun 2005 di kawasan Jalan Sisingamangaraja KM 10, Perumahan Oma Deli Blok A-23, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, diduga dihancurkan hingga rata dengan tanah oleh pihak yang mengaku sebagai pemilik.

Kasus ini resmi dilaporkan ke Polda Sumatera Utara pada 7 Mei 2026 melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) oleh pelapor bernama Elyta Megawati.

Berdasarkan isi laporan, korban bernama Riaminar disebut telah melakukan pelunasan pembelian rumah sejak 27 Juli 2005 dengan nilai mencapai Rp187.920.000 untuk unit Kavling A-23 Type 130/300 di Perumahan Oma Deli International Village.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun ironisnya, setelah bertahun-tahun menanti kejelasan pembangunan rumah tersebut, korban justru menerima kenyataan pahit. Pada April 2026, bangunan yang diyakini sebagai hak miliknya disebut telah dirobohkan hingga rata dengan tanah.

Baca Juga:  Haul ke-17 Tuan Guru Batak di Simalungun, Kakanim Imigrasi Belawan Hadir dalam Doa untuk Negeri dan Peresmian Rumah Tahfidz Al-Qur’an

Perobohan itu diduga dilakukan oleh seseorang yang dikenal bermarga Silalah bersama pihak lain yang mengaku sebagai pembeli atau pemilik rumah tersebut.

Peristiwa ini sontak memicu tanda tanya besar. Bagaimana mungkin rumah yang diklaim telah lunas dibayar justru berakhir hancur tanpa kejelasan? Siapa sebenarnya yang paling berhak atas bangunan tersebut? Dan mengapa penghancuran bisa terjadi tanpa penyelesaian hukum terlebih dahulu?

Korban mengaku mengalami kerugian fantastis yang ditaksir mencapai Rp1 miliar. Bukan hanya kerugian materi, namun juga luka batin akibat aset yang diyakini sebagai hasil jerih payahnya lenyap begitu saja.

Kini publik menanti langkah tegas Polda Sumut untuk mengusut tuntas dugaan pengrusakan tersebut. Jika benar terbukti ada unsur melawan hukum, maka kasus ini dapat menjadi preseden buruk bagi kepastian hukum dan perlindungan hak kepemilikan masyarakat.

Ind

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru