Deli Serdang — Kondisi Jalan Terusan Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Bertahun-tahun dibiarkan rusak parah, jalan yang menjadi akses vital warga itu kini berubah bak “jebakan maut” dengan lubang menganga dan kubangan di hampir sepanjang badan jalan.
Pantauan di lapangan, kerusakan terlihat mulai dari simpang Jalan Lapangan hingga ke ujung Jalan Terusan Bandar Setia. Aspal yang hancur, lubang besar tertutup genangan air, hingga jalan berlumpur menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi warga.
Ironisnya, kondisi memprihatinkan itu berada di jalur padat aktivitas masyarakat, bahkan tepat di depan salah satu sekolah swasta. Warga menilai, pemerintah terkesan tutup mata terhadap ancaman keselamatan pelajar dan pengguna jalan yang setiap hari mempertaruhkan nyawa saat melintas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau hujan turun, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Banyak pengendara hampir jatuh. Kami heran, kenapa harus menunggu rusak parah dulu baru mau diperbaiki,” ujar seorang warga dengan nada kecewa, Sabtu (9/5/2026).
Kekecewaan masyarakat semakin memuncak karena kerusakan jalan disebut sudah berlangsung lama tanpa penanganan serius. Warga pun mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam memperhatikan infrastruktur dasar yang setiap hari digunakan masyarakat.
“Jangan sampai harus viral dulu baru bergerak. Ini jalan umum, bukan jalan kebun,” ketus warga lainnya.
Selain mengganggu aktivitas warga, kondisi jalan yang rusak parah juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Pengendara harus memperlambat laju kendaraan, distribusi barang terganggu, hingga risiko kecelakaan meningkat terutama pada malam hari dan saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Menanggapi sorotan masyarakat, pihak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang akhirnya memastikan ruas jalan tersebut telah masuk dalam program penanganan tahun anggaran 2026.
“Izin Pak Bupati, perbaikan ruas jalan ini sudah masuk dalam anggaran penanganan tahun ini dengan judul kegiatan Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Bandar Setia–Tembung sebesar Rp1.533.000.000,” demikian keterangan yang disampaikan kepada awak media.
Meski demikian, masyarakat berharap janji tersebut tidak sekadar menjadi formalitas di atas kertas. Warga meminta perbaikan benar-benar direalisasikan dan dilakukan secara maksimal, bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan sesaat.
“Yang kami butuhkan bukan janji, tapi bukti nyata. Karena jalan ini sudah terlalu lama membuat masyarakat menderita,” tegas warga.
Kini masyarakat menanti, apakah perbaikan benar-benar akan terealisasi tahun ini, atau kembali menjadi janji yang tenggelam bersama kubangan di Jalan Terusan Bandar Setia.
Tim













