Senyerang – Tanjabbar ||Gemerlap lampu pasar malam di Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kini tak lagi sekadar hiburan rakyat. Di balik riuh musik dan keramaian pengunjung, dugaan praktik perjudian berkedok permainan ketangkasan disebut tumbuh subur tanpa sentuhan hukum.
Selama sepekan terakhir, arena yang diduga menjadi lapak perjudian itu ramai beroperasi. Masyarakat pun mulai resah. Aroma dugaan pembiaran hingga isu “koordinasi” dengan oknum tertentu semakin liar diperbincangkan.
Ledakan kritik keras datang dari Ketua LSM BERANTAS Provinsi Jambi, Fahmi Hendri. Ia menuding aparat penegak hukum terkesan tutup mata terhadap aktivitas yang disebut-sebut dikendalikan jaringan mafia judi modus pasar malam tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironisnya lagi, saat awak media mencoba menyampaikan informasi langsung kepada Kapolres Tanjabbar AKBP Maulia Kuswicaksono melalui WhatsApp pribadi, nomor wartawan justru disebut diblokir.
Fakta itu memantik kemarahan publik.
“Kalau wartawan yang menyampaikan informasi perjudian saja diblokir, lalu ke mana lagi masyarakat harus mengadu? Ini membuat kepercayaan publik terhadap slogan pelayanan dan call center kepolisian menjadi runtuh,” tegas Fahmi dengan nada geram.
Saat dihubungi menggunakan nomor lain, Kapolres justru meminta agar dilakukan “koordinasi” dan “sharing informasi”.
Namun pernyataan itu dianggap menimbulkan tafsir liar di tengah masyarakat.
“Saya sudah sharing informasi perjudian itu secara langsung. Tapi bukannya ditindak, malah nomor saya diblokir. Sekali judi tetap judi, apa pun modusnya. Itu tindak pidana, bukan untuk dikoordinasikan,” kecam Fahmi.
Ia menegaskan, masyarakat Senyerang bukan anti hiburan rakyat, namun menolak keras jika pasar malam dijadikan kedok praktik perjudian yang merusak generasi muda dan ekonomi warga kecil.
“Silakan buka pasar UMKM, hiburan rakyat, wahana anak-anak. Tapi jangan jadikan pasar malam sebagai topeng mafia judi mencari keuntungan di atas penderitaan masyarakat,” ujarnya tajam.
Menurutnya, bila aparat terus diam dan aktivitas itu tetap berjalan bebas, maka publik berhak mempertanyakan keseriusan penegakan hukum di wilayah Tanjabbar.
“Jangan sampai hukum terlihat tajam ke rakyat kecil tapi tumpul terhadap mafia judi. Negara tidak boleh kalah dengan cukong-cukong perjudian berkedok permainan ketangkasan,” tutup Ketua LSM BERANTAS Jambi dengan nada keras.
Fahmi













