Episentrum Geliat Malam dan Narkoba: Bareskrim Polri Runtuhkan Gemerlap Gelap Diskotek New Zone Medan

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan,  — Dentuman musik yang semula menggelegar di langit-langit Diskotek New Zone (NZ) Medan seakan menantang malam. Lampu strobo berkelip liar, tubuh-tubuh larut dalam euforia, seolah dunia di luar tak pernah ada.

Namun semua itu runtuh dalam hitungan detik.

Sabtu dini hari (23/5/2026) tepat pukul 03.25 WIB, suasana berubah drastis. Pintu kegelapan yang selama ini tertutup rapat akhirnya dijebol paksa oleh langkah-langkah tegas aparat Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri. Musik seketika terputus. Sorak berubah menjadi keheningan yang menyesakkan. Cahaya pesta digantikan lampu putih aparat yang menusuk ruang gelap tanpa kompromi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi senyap yang telah disusun dengan presisi itu bukan sekadar penggerebekan. Ini adalah penegasan: negara hadir, dan tidak akan membiarkan ruang publik dijadikan altar peredaran narkotika.

Dipimpin langsung oleh tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di bawah Kombes Handik Zusen bersama Satgas NIC yang dikomandoi Kombes Kevin Leleury, aparat bergerak cepat, mengepung, lalu merangsek masuk tanpa memberi ruang bagi kepanikan untuk melarikan diri.

Di dalam ruangan yang beberapa detik sebelumnya penuh tawa dan musik, kini berubah menjadi panggung kepanikan. Gelas-gelas minuman tertinggal, lampu masih berkedip, namun suasana sudah sepenuhnya dikuasai aparat.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa operasi ini merupakan langkah keras yang tidak bisa ditawar.

“Kami tidak datang untuk menonton. Kami datang untuk menghentikan. Diskotek ini diduga kuat telah menjadi simpul peredaran narkotika yang merusak generasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Pelindo Regional 1 Dukung Pembangunan SMP di Belawan, 5.000 Meter Persegi Lahan Disiapkan untuk Masa Depan Anak Bangsa

Satu per satu orang yang berada di dalam lokasi digiring keluar. Sedikitnya 34 orang diamankan malam itu—tanpa pengecualian. Dari manajemen, staf, pengunjung dewasa, hingga yang lebih memilukan: anak di bawah umur yang ikut terseret dalam pusaran gelap hiburan malam tersebut.

Ketika tes urine dilakukan di tengah lokasi, suasana semakin membeku. Satu demi satu hasil keluar, dan fakta yang terungkap membuat suasana semakin berat: mayoritas yang diperiksa dinyatakan positif narkotika.

Tak ada lagi musik. Tak ada lagi pesta. Yang tersisa hanya lampu putih, garis polisi, dan keheningan panjang yang menggantung di udara.

Demi pengembangan kasus, seluruh pihak yang diamankan kemudian dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan di Bareskrim Polri. Langkah ini menandai bahwa kasus ini tidak berhenti di satu titik, melainkan akan ditarik hingga ke akar jaringan.

Diskotek New Zone sendiri sudah lama menjadi sorotan publik. Berkali-kali tersandung kasus serupa, tempat ini seolah berdiri di atas peringatan yang diabaikan. Kini, garis polisi membentang seperti penanda akhir dari sebuah bab gelap yang terlalu lama dibiarkan.

Desakan publik pun menguat: bukan lagi sekadar penindakan, tetapi pencabutan izin permanen.

Malam itu menjadi saksi bahwa gemerlap tidak selalu berarti kebahagiaan. Kadang, di balik cahaya yang paling terang, tersimpan gelap yang paling dalam—hingga akhirnya dipadamkan paksa oleh hukum.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru