Medan,Sumut ~ Di tengah khidmatnya Hari Raya Idul Adha 1447 H, suasana yang seharusnya penuh kebersamaan justru berubah menjadi ruang tanya dan kekecewaan di Mapolda Sumatera Utara.
Sebanyak 31 hewan kurban yang disembelih pada Rabu, 27 Mei 2026, menjadi saksi bisu atas dinamika yang terjadi di lapangan belakang Mapolda Sumut. Para jurnalis yang sejak siang menanti, bersama masyarakat yang telah memegang kupon dan harapan, justru harus berputar-putar tanpa kepastian lokasi pembagian yang jelas.
Waktu terus berjalan hingga sore, namun kepastian tak kunjung tiba. Di antara kerumunan yang menunggu, muncul percakapan yang mulai meninggi, hingga sempat terjadi ketegangan antara pihak kehumasan dan awak media. Suasana yang awalnya tertib perlahan berubah menjadi cerminan kekecewaan yang tak terbendung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, masyarakat yang sudah hadir sejak pukul 14.00 WIB mengaku diminta menunggu dengan alasan proses pemotongan belum selesai. Namun penantian panjang itu justru berujung pada kebingungan di lapangan. Beberapa warga bahkan menyebut adanya pembatasan akses di pintu masuk area belakang Mapolda, yang semakin menambah rasa tidak nyaman di tengah suasana hari besar.
Situasi semakin terasa janggal ketika imbauan dan teguran di lapangan disampaikan dengan nada yang dinilai kurang humanis oleh sebagian warga yang hadir. Harapan untuk mendapatkan daging qurban berubah menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan berbeda dari makna kebersamaan Idul Adha itu sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Humas Polda Sumatera Utara terkait kejadian tersebut, sementara kekecewaan masih membekas di antara mereka yang hadir menunggu sejak siang.
Red













