Prabowo: “Kita Tidak Membangun untuk Satu Masa Jabatan, Kita Membangun untuk Satu Abad Indonesia”

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Di tengah kibaran Merah Putih dan suasana khidmat Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jumat, 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan satu pesan yang menggugah: kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai kata-kata yang diucapkan setiap bulan Agustus. Kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan rakyat.

Dengan suara yang membawa pesan tentang kerja, pengabdian dan masa depan bangsa, Presiden Prabowo memaparkan berbagai capaian pemerintah selama 21 bulan bekerja.

Delapan komoditas pangan disebut telah mencapai swasembada. Sebanyak 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih telah beroperasi. Sebanyak 108 juta warga telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis. Sebanyak 182 Sekolah Rakyat telah dibuka, sementara 43.000 anak jalanan kembali mendapatkan kesempatan untuk duduk di bangku sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di bidang pemberdayaan dan pembangunan, 250.000 orang telah mengikuti Magang Nasional. Sebanyak 30.000 sekolah direnovasi, 84.000 rumah diperbaiki melalui bantuan pemerintah, 2.228 kilometer jalan desa dibangun, disusul 3.500 jembatan dan 3.400 titik air bor.

Di pesisir, 100 Kampung Nelayan Merah Putih telah dibangun.

Sementara bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor informal, pemerintah menyebut bunga PNM Mekaar turun dari 25 persen menjadi 8 persen. Potongan aplikator ojol juga turun dari 20 persen menjadi 8 persen.

Dalam penindakan terhadap aktivitas pertambangan ilegal, Presiden menyebut 1.000 tambang timah ilegal telah ditutup, sementara keuntungan PT Timah disebut meningkat sembilan kali lipat.

Namun, di balik deretan angka itu, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa pekerjaan pemerintah belum selesai.

Sebab, pembangunan bukan sekadar tentang angka yang tertulis dalam laporan. Bukan sekadar tentang jalan yang membentang, sekolah yang berdiri, jembatan yang tersambung, atau rumah yang kembali layak dihuni.

Di balik setiap angka, ada wajah rakyat.

Ada anak yang kembali mengenakan seragam sekolah.

Ada orang tua yang berharap anaknya memiliki masa depan lebih baik.

Ada nelayan yang menggantungkan hidup dari laut.

Ada petani yang menanam dengan harapan hasil panennya mampu menghidupi keluarga.

Ada pekerja yang berjuang dari pagi hingga malam demi sesuap nasi.

Di sanalah makna kemerdekaan seharusnya ditemukan.

Baca Juga:  “Dari Barisan Apel ke Masa Depan: Sentuhan Brimob Sumut Bangkitkan Semangat dan Disiplin Generasi Muda”

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menghadirkan delapan tamu istimewa sebagai gambaran nyata dari hasil kerja pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.

Kehadiran mereka seakan menjadi pengingat bahwa kebijakan negara pada akhirnya harus kembali kepada manusia—kepada rakyat yang selama ini menjadi alasan mengapa negara harus terus bekerja.

Presiden menegaskan, seluruh capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri.

Justru sebaliknya.

Ia adalah panggilan untuk bekerja lebih keras.

“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Kalimat itu menjadi pesan yang dalam.

Sebab bangsa ini telah merdeka selama puluhan tahun. Namun perjuangan belum berakhir. Kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja keras, keadilan, keberanian dan keberpihakan kepada rakyat.

Presiden pun mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh dibangun hanya untuk kepentingan hari ini.

Pembangunan harus menjadi warisan bagi generasi yang belum lahir.

Anak-anak yang hari ini belajar di sekolah, kelak akan menjadi pemimpin. Jalan yang dibangun hari ini akan menjadi urat nadi ekonomi esok hari. Rumah yang diperbaiki hari ini akan menjadi tempat tumbuh keluarga Indonesia di masa depan.

Karena itu, Presiden menegaskan:

“Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia.”

Sebuah kalimat yang bukan sekadar pidato.

Ia adalah pesan kepada seluruh anak bangsa bahwa Indonesia yang besar tidak lahir dari kerja satu orang, satu pemerintahan, atau satu generasi.

Indonesia dibangun dari keringat rakyat, pengabdian para pejuang, doa orang tua, langkah anak-anak bangsa dan kerja keras seluruh elemen negeri.

Merah Putih boleh berkibar di langit.

Tetapi kemerdekaan baru benar-benar bermakna ketika rakyat mampu merasakannya di dalam kehidupan.

Dan perjuangan itu belum selesai.

Karena kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang bagaimana bangsa ini berdiri.

Kemerdekaan adalah tentang memastikan Indonesia terus berdiri, semakin kuat, semakin adil, dan semakin sejahtera—hingga satu abad Indonesia yang dicita-citakan benar-benar menjadi kenyataan.

RI/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan
PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SEMATKAN GELAR CFLE KE-2.500 KEPADA AHMAD HUSEIN BATU BARA, AMANAH BARU UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN
BNCT Buka Jalan Kolaborasi Logistik Indonesia–Malaysia, Pelabuhan Belawan Bidik Peluang Pasar Regional
Ketum Relawan Tegak Lurus Prabowo Arse Pane Ucapkan Selamat atas Pelantikan Hj. Lilis Tutilaswati Suganda sebagai Bendahara PDBI DKI Jakarta
Peduli Kesehatan Warga, PT PHPO KIM II Gelar Fogging Gratis di Mabar Hilir dan Saentis
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:25 WIB

SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:21 WIB

SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:59 WIB

PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SEMATKAN GELAR CFLE KE-2.500 KEPADA AHMAD HUSEIN BATU BARA, AMANAH BARU UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

Berita Terbaru