Medan – Di balik seragam loreng dan tugas berat menjaga keamanan negara, tersimpan sisi kemanusiaan yang terus hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Melalui Program Minggu Kasih yang rutin digelar setiap pekan, Satuan Brimob Polda Sumatera Utara kembali menorehkan jejak kepedulian yang menyentuh hati, menghadirkan kehangatan, harapan, dan kebersamaan di berbagai penjuru Sumatera Utara, Minggu (7/6/2026).
Program yang dilaksanakan serentak ini bukan sekadar agenda sosial biasa. Lebih dari itu, Minggu Kasih menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan saat menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan, perhatian, dan kasih sayang.
Di sudut-sudut Kota Medan, personel Batalyon A Pelopor dan Detasemen Gegana turun langsung menyapa warga yang membutuhkan di kawasan Medan Timur dan Medan Denai. Paket-paket sembako yang dibagikan bukan hanya berisi kebutuhan pokok, tetapi juga membawa pesan bahwa masyarakat tidak pernah sendiri menghadapi kerasnya kehidupan. Senyum haru para penerima bantuan menjadi gambaran betapa kepedulian sekecil apa pun mampu menghadirkan kebahagiaan yang besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, di Kota Tanjung Balai, semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa kembali dihidupkan. Personel Batalyon B Pelopor bersama jemaat Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) bergandengan tangan membersihkan lingkungan rumah ibadah serta menyerahkan peralatan kebersihan. Suara sapu yang menyapu halaman gereja seolah menjadi simbol persatuan, bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling membantu dan menjaga kebersamaan.
Di wilayah Kepulauan Nias, kehangatan Minggu Kasih terasa begitu menyentuh di Panti Asuhan Bukit Kalvari, Gunungsitoli Selatan. Kehadiran personel Batalyon C Pelopor membawa lebih dari sekadar kunjungan sosial. Mereka menghadirkan perhatian, kasih sayang, dan semangat baru bagi anak-anak panti yang mendambakan kebersamaan. Tawa riang yang pecah di antara permainan dan obrolan hangat menjadi bukti bahwa kepedulian mampu menghadirkan cahaya harapan di tengah keterbatasan.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara, Rantau Isnur Eka, menegaskan bahwa Program Minggu Kasih merupakan wujud nyata kehadiran Polri yang humanis, dekat, dan peduli terhadap masyarakat.
“Brimob tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat. Melalui Program Minggu Kasih, kami ingin memperkuat nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.”
Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari Medan, Tanjung Balai hingga Kepulauan Nias menjadi gambaran bahwa pengabdian Brimob tidak dibatasi oleh jarak maupun wilayah. Di mana ada masyarakat yang membutuhkan, di situlah Brimob berupaya hadir, bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra masyarakat.
Minggu Kasih telah menjadi wajah lain dari pengabdian Brimob Sumut. Di balik ketegasan dalam menjalankan tugas negara, tersimpan hati yang peduli dan tangan yang selalu siap membantu. Sebab bagi Brimob, keamanan bukan hanya tentang menjaga ketertiban, tetapi juga tentang menghadirkan rasa nyaman, harapan, dan kebahagiaan bagi masyarakat.
Karena sejatinya, pengabdian yang paling bermakna bukan hanya ketika mampu melindungi masyarakat dari ancaman, tetapi juga ketika mampu menyentuh hati mereka dengan ketulusan dan kebaikan.
Indra/humas













